KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hj. Harmawati menggelar kegiatan reses masa sidang pertama tahun sidang 2025-2026 di Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Minggu (1/2/2026).
Pertemuan ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai usulan pembangunan dan perbaikan fasilitas di wilayah mereka.
Dalam sambutannya, Harmawati menekankan pentingnya masukan dari masyarakat sebagai dasar penyusunan program kerja yang akan dicatat dan diteruskan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.
Meskipun demikian, ia menjelaskan, penentuan anggaran merupakan proses yang dinamis, di mana pihak DPRD berperan sebagai jembatan aspirasi untuk kemudian diimplementasikan oleh pemerintah daerah.
“Kami hadir di sini untuk mencatat dengan baik apa yang diusulkan bapak dan ibu. Insyaallah, kami akan perjuangkan di DPRD agar bisa terealisasi,” ujarnya di hadapan warga dan tokoh masyarakat setempat.
Lebih lanjut, Harmawati menjelaskan, fokus penganggaran saat ini tengah diarahkan pada perencanaan tahun 2026. Hal ini merujuk pada siklus masa reses dan mekanisme anganggaran daerah yang memerlukan waktu untuk verifikasi dan penetapan. Ia memberikan contoh beberapa program di wilayah Lalolara sebelumnya yang masih dalam tahap proses untuk direalisasikan.
“Kami tidak ingin sekadar mengobral janji, tetapi kami berkomitmen untuk mengawal usulan ini. Anggaran tahun 2026 menjadi target utama kami dalam memperjuangkan aspirasi dari reses pertama ini,” tambahnya.
Pada pertemuan tersebut, anggota Komisi IV ini memberikan perhatian khusus pada isu kesehatan masyarakat, terutama terkait penurunan angka stunting dan ancaman penyakit Tuberkulosis (TBC).
Dalam pemaparannya, Harmawati yang pernah mengabdi sebagai ASN di bidang kesehatan selama puluhan tahun mengungkapkan, saat ini pemerintah mulai mengalihkan prioritas dari stunting ke penanganan TBC. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan keluarga terhadap penyebaran TBC yang sangat mudah menular melalui udara.
“Stunting alhamdulillah sudah mulai turun, sekarang fokus kita adalah TBC. Jika ada anggota keluarga yang terkena, seluruh isi rumah harus waspada karena sekali batuk ada jutaan kuman yang keluar,” tegasnya.
Selain kesehatan, isu ketahanan pangan juga menjadi poin utama yang disampaikannya kepada warga. Ia berharap tetap warga memiliki akses pangan yang stabil di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Terkait pembangunan fisik, legislator PPP ini mengakui adanya langkah efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada keterlambatan sejumlah proyek infrastruktur di daerah.
“Pemerintah pusat sedang melakukan efisiensi, namun jika daya beli masyarakat menurun dan banyak persoalan di lapangan, pemerintah pasti akan mengeluarkan anggaran tambahan. Inilah yang akan kami perjuangkan di kantor (DPRD) nanti,” katanya.
Menutup sesi pemaparan, Harmawati juga meluangkan waktu untuk memberikan materi singkat mengenai bahaya narkoba kepada warga yang hadir. Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat dan bahagia di Sultra.











