KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Herry Asiku, menggelar kegiatan resesnya di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Di sana, politisi kawakan ini bahkan meluangkan waktu seminggu mendengarkan langsung aspirasi masyarakat setempat yang tinggal di pesisir.
Menurut Herry Asiku, salah satu aspirasi yang paling mendesak dan menjadi prioritas utama adalah pembangunan talud pemecah ombak di Desa Bobolio. Hal ini disebabkan oleh laju abrasi pantai yang kian memprihatinkan di wilayah tersebut.
“Masalah talud pantai ini menjadi prioritas karena abrasi pantai di sana luar biasa, setiap tahun terkikis sekitar setengah sampai satu meter. Kondisi ini sudah mengancam rumah-rumah penduduk. Mereka meminta bantuan talud sepanjang kurang lebih 250 meter,” ujar Herry Asiku saat ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (10/2/2026).
Selain masalah abrasi, masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, pekebun, dan petani ini juga mengusulkan perbaikan infrastruktur jalan. Herry menjelaskan bahwa pihaknya akan memilah usulan tersebut berdasarkan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.
“Untuk jalan yang sering banjir, kita lihat domainnya. Jika itu kewenangan provinsi, akan kita ajukan di tingkat provinsi. Namun jika masuk domain kabupaten, akan kami informasikan dan koordinasikan dengan pihak pemerintah kabupaten,” jelasnya.
Herry Asiku juga berdialog langsung dengan warga melalui kegiatan informal atau ‘blusukan’. Ia mengaku sering memanfaatkan di luar waktu reses untuk sekadar duduk bersama warga guna menyerap aspirasi yang mungkin tidak tersampaikan di forum resmi reses, terutama dari warga yang siangnya harus bekerja di laut atau di kebun.
“Kita ingin tahu juga apa keinginan mereka yang tidak sempat ikut reses. Kadang ada yang minta bantuan bedah rumah untuk hunian tidak layak yang masih beralas tanah, rehab sarana ibadah, hingga beasiswa pendidikan,” ujar legislator dari Partai Golkar Sultra ini.
Terkait efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berimbas ke daerah, Herry menegaskan akan tetap mengawal aspirasi masyarakat dengan skala prioritas yang ketat.
“Kita harus memilah mana yang paling urgensi untuk masyarakat. Di tengah efisiensi ini, keselamatan rumah warga dari abrasi, sarana pertanian, dan perikanan akan menjadi perhatian serius kami untuk diperjuangkan ke Pemerintah Provinsi,” pungkasnya.
TIM REDAKSI










