KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan utang Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari warisan pemerintahan sebelumnya.
Hal ini disampaikan Siska dalam ekspose satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Sudirman yang digelar di lapangan upacara Kantor Balai Kota Kendari, Selasa (3/2/2026).
Dalam pemaparannya, Siska mengungkapkan bahwa saat ini Pemkot Kendari masih memikul beban utang yang cukup besar. Ia merinci bahwa total sisa utang Pemkot Kendari saat ini Rp334,1 miliar.
Di sisi lain, terdapat kewajiban Pemkot Kendari kepada pihak ketiga Rp70 miliar dari tahun 2025. Siska menegaskan ini bukanlah “utang” dalam arti negatif karena anggarannya sudah tersedia secara riil, namun dananya masih tertahan di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Saya dan Pak Wakil bertanggung jawab penuh bagaimana utang ini harus terbayar tanpa memikirkan yang lalu-lalu, karena itu adalah tugas utama kita,” tegas Siska di hadapan para tamu undangan.
Selain fokus pada penyehatan fiskal daerah, Siska juga menyinggung janji politiknya mengenai bantuan Rp100 juta per RT. Ia mengakui, kondisi keuangan daerah yang terbebani utang menjadi hambatan dalam merealisasikan program tersebut secara instan.
Meski demikian, ia meminta para Ketua RT dan RW untuk tidak berkecil hati. Siska berjanji akan tetap menunaikan janji tersebut secara bertahap selama lima tahun masa jabatannya.
“Mungkin Bapak bu bisa menagih saya, tapi dengan keterbukaan keuangan daerah, Bapak Ibu bisa tahu kondisi kita seperti ini. Insyaallah dalam waktu lima tahun saya akan tuntaskan itu Rp100 juta per RT,” tambahnya.
Wali Kota perempuan pertama di Kendari ini mengajak seluruh pihak, untuk terus bekerja keras mencari solusi dan dukungan demi pembangunan Kota Kendari ke depan. Ia menekankan penyelesaian utang dan pembangunan adalah tanggung jawab bersama sebagai pemimpin daerah.
TIM REDAKSI





