KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari secara resmi memulai penyaluran bantuan pangan untuk alokasi bulan Februari hingga Maret tahun 2026 di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, Rabu (18/3/2026).
Langkah ini diambil sebagai strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat serta membantu meringankan beban ekonomi warga menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri yang sudah semakin dekat.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran memimpin langsung jalannya peluncuran bantuan tersebut sembari melakukan peninjauan terhadap proses verifikasi data yang dilakukan oleh petugas Perum Bulog.
Dalam pelaksanaannya, setiap keluarga penerima manfaat berhak mendapatkan paket berupa sepuluh kilogram beras dan dua liter minyak goreng untuk setiap bulannya. Lantaran penyaluran kali ini digabungkan untuk periode dua bulan, setiap kepala keluarga membawa pulang total dua puluh kilogram beras dan empat liter minyak goreng.
Dalam sambutannya, Wali Kota Siska menjelaskan, pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan kepada dua puluh tujuh ribu lima ratus tiga puluh enam kepala keluarga di Kota Kendari. Khusus Kecamatan Nambo sebanyak seribu empat ratus enam puluh sembilan kepala keluarga dan di Kelurahan Bungkutoko sebanyak dua ratus delapan puluh kepala keluarga.
“Ini patut kita syukuri karena di Sulawesi Tenggara, baru Kota Kendari yang mendapatkan bantuan ini,” ujar Wali Kota Siska.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah pusat atas perhatian besar bagi warga Kendari.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan juga Menko Pangan atas perhatian kepada masyarakat Kendari. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, membantu menekan angka kemiskinan, serta menjaga stabilitas harga pangan di tengah kondisi harga yang cenderung meningkat,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Perum Bulog Sulawesi Tenggara (Sultra), Benhur Ngkaimi memberikan penjelasan mengenai dinamika distribusi tahun ini. Ia mengakui adanya sedikit pergeseran jadwal dari rencana awal pada bulan Februari dikarenakan adanya penambahan komoditas minyak goreng dalam paket bantuan.
“Secara ideal penyaluran dimulai sejak Februari. Namun karena adanya tambahan minyak goreng yang pengadaannya memerlukan proses, maka distribusi baru dapat dilakukan setelah seluruh komponen siap. Minyak goreng sendiri baru tiba beberapa hari lalu,” jelas Benhur.
Pihak Bulog menyatakan komitmen penuh untuk mempercepat proses penyaluran tanpa mengenal hari libur demi memastikan seluruh masyarakat mendapatkan haknya selama bulan Ramadan.
“Kami di Bulog tidak mengenal hari libur dalam pelayanan. Semua upaya dilakukan agar bantuan ini bisa segera diterima masyarakat, terutama di bulan Ramadan,” tegasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abd Rauf, menambahkan bahwa jumlah penerima bantuan tahun ini mengalami lonjakan drastis dari angka enam belas ribu pada tahun lalu menjadi lebih dari dua puluh tujuh ribu penerima. Tahun sebelumnya sekitar enam belas ribu penerima, tahun ini meningkat menjadi dua puluh tujuh ribu lebih.
“Data penerima berasal dari DTKS desil satu sampai empat. Penyaluran diawali dari wilayah pesisir seperti Bungkutoko sesuai arahan pemerintah pusat, kemudian dilanjutkan ke seluruh kelurahan yang berjumlah enam puluh lima,” terangnya.
Menurut Abd Rauf, program ini menjadi penolong utama bagi warga dalam menghadapi kenaikan kebutuhan rumah tangga selama bulan suci hingga lebaran nanti.
“Ini menjadi berkah bagi masyarakat, karena setidaknya kebutuhan pangan untuk beberapa minggu ke depan sudah terpenuhi,” katanya.





