KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut) terus memacu akselerasi pembangunan infrastruktur melalui langkah strategis. Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan Perjanjian Kredit (PK) Pinjaman Daerah antara Bupati Konut, Ikbar, dan Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, di Tower Bank Sultra, Kendari, Jumat (27/3/2026).
Langkah ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan babak baru dalam kemitraan panjang yang telah terajut sejak Konawe Utara mekar pada tahun 2007. Melalui skema pembiayaan yang terukur, kedua belah pihak optimis akan tercipta efek domino bagi ekonomi lokal, terutama dalam memangkas biaya logistik dan meningkatkan daya saing daerah.
Bupati Konawe Utara, Ikbar mengatakan, pinjaman daerah ini merupakan solusi konkret untuk mendanai program prioritas di tengah tantangan anggaran. Fokus utamanya adalah memastikan roda ekonomi tetap berputar dan kualitas pelayanan publik terus meningkat.
“Pinjaman ini akan dialokasikan untuk mendanai sekitar 39 paket pekerjaan strategis. Mulai dari peningkatan akses jalan, trotoar, drainase, hingga pembangunan gedung kantor dan fasilitas umum lainnya,” terang Ikbar.
Ia menegaskan, setiap rupiah yang dikelola harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tak hanya soal fungsi, Ikbar juga memberikan instruksi khusus kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memperhatikan aspek estetika.
“Belajar dari pengalaman, saya minta perencanaan harus tuntas dan eksekusi dilakukan penuh tanggung jawab. Kita ingin hasil pembangunan ini tidak hanya fungsional, tetapi juga mempercantik wajah Kabupaten Konawe Utara,” tegasnya.
Gayung bersambut, Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyambut hangat kepercayaan tersebut. Sebagai bank pembangunan daerah, pihaknya berkomitmen menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara.
“Momentum ini adalah wujud nyata sinergi antara Pemkab Konut dan Bank Sultra. Kami memberikan dukungan pembiayaan produktif yang dirancang secara terukur untuk mempercepat infrastruktur daerah, dengan kerangka anggaran hingga tahun 2028,” jelas Andri.
Meskipun bersifat ekspansif, Andri memastikan bahwa Bank Sultra tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Dengan pengelolaan fiskal yang kreatif dan transparan ini, Konawe Utara berharap dapat membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah penghalang untuk menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.











