KONAWE SELATAN, CORONGSULTRA.COM – Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 6 Konawe Selatan (Konsel) kini tengah menjadi sorotan tajam oleh Lembaga Anti Korupsi Sultra (LKS) yang mengendus adanya dugaan ketidakberesan dalam penggunaan anggaran pemeliharaan gedung sekolah untuk tahun anggaran 2024-2025.
Ketua LKS, Andika mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pantauan pihaknya, terdapat indikasi kuat bahwa dana BOS sebesar 3 persen yang seharusnya dialokasikan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah tidak direalisasikan sebagaimana mestinya.
“Kepala SMKN 6 Konsel diduga tidak menggunakan anggaran dana BOS untuk biaya pemeliharaan sekolah. Kami menduga anggaran tersebut justru masuk ke kantong pribadi selama periode 2024 hingga 2025,” ungkap Andika, Senin (20/4/2026).
Tak main-main dengan temuannya, Andika menyatakan akan segera membawa persoalan ini ke ranah hukum. Pihaknya berencana melayangkan laporan resmi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Konsel dan Polda Sultra.
Langkah ini diambil guna memastikan transparansi dan memberikan efek jera terhadap oknum yang bermain dengan anggaran pendidikan.
“Kami akan melaporkan dugaan ini agar kasusnya menjadi terang benderang. Jangan sampai dana yang seharusnya untuk menunjang fasilitas belajar siswa justru disalahgunakan,” lanjutnya.
Selain menempuh jalur hukum, LKS juga akan menyurati Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka. Dalam aduannya nanti, Andika mendesak pemerintah provinsi untuk segera mengevaluasi kinerja Kepala SMKN 6 Konsel, termasuk memberikan sanksi tegas berupa pencopotan jabatan.
Andika mengingatkan bahwa setiap rupiah dari dana BOS memiliki peruntukan yang jelas dalam juknis (petunjuk teknis), termasuk alokasi khusus untuk perawatan gedung. Ia berharap kasus ini menjadi pengingat keras bagi kepala sekolah lainnya di Sultra.
“Semua pihak tahu bahwa ada porsi 3 persen dari dana BOS untuk pemeliharaan sekolah, bukan untuk dikantongi. Hal seperti ini harus dilaporkan secara resmi agar praktik serupa tidak merembet ke sekolah-sekolah lain,” tutupnya.
TIM REDAKSI










