TIRAWUTA, CORONGSULTRA.COM — Di tengah banjir yang belum surut, langkah kaki Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kolaka Timur (Koltim), H. Yosep Sahaka, membelah keheningan malam di Kecamatan Mowewe, Jumat malam (8/5/2026).
Kunjungan pada malam hari ini menjadi bukti nyata respons cepat dan kepedulian mendalam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Koltim terhadap warganya yang tengah dirundung bencana.
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir memang telah memaksa aliran air meluap, merendam pemukiman, dan mengganggu aktivitas warga.
Menolak sekadar menerima laporan di balik meja, Yosep memilih turun langsung ke titik-titik terdampak. Di bawah temaram lampu senter dan penerangan darurat, ia memastikan sendiri bahwa proses penanganan darurat berjalan maksimal dan kondisi warga yang terdampak dalam keadaan aman.
Kehadirannya di lokasi juga diikuti dengan instruksi cepat kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang langsung berkoordinasi di lapangan untuk menjamin pasokan kebutuhan dasar warga tidak terhambat.
“Hari ini kita turun langsung memastikan kondisi masyarakat terdampak banjir dalam keadaan aman dan bantuan dapat segera tersalurkan dengan baik,” ucap Yosep di sela-sela kunjungannya.
Kunjungan malam itu tidak sekadar menjadi ajang seremoni peninjauan. Di sela-sela langkahnya memantau debit air, Yosep menyempatkan diri duduk dan berdialog hangat dengan warga setempat.
Dalam obrolan yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, ia mendengarkan langsung keluh kesah serta kebutuhan mendesak yang sangat dinantikan warga pascabanjir—mulai dari pemulihan akses jalan yang sempat terganggu, pasokan logistik darurat, hingga langkah taktis jangka panjang yang harus diambil pemerintah.
Guna mengantisipasi situasi yang tidak menentu, Pemkab Koltim kini terus merapatkan barisan, berkoordinasi secara terpadu dengan berbagai pihak. Fokus utamanya adalah merumuskan langkah mitigasi yang cepat demi meminimalisir dampak buruk jika banjir susulan kembali datang akibat curah hujan yang belum stabil.
Kehadiran orang nomor satu di Kolaka Timur ini membawa dampak instan di lapangan. Proses pendataan korban menjadi lebih cepat, birokrasi penyaluran bantuan terpangkas, dan penanganan darurat bisa langsung dieksekusi di tempat.
Lebih dari sekadar bantuan fisik, kehadiran pemerintah di tengah kegelapan malam itu menjadi suntikan moril yang sangat berarti. Kehadiran nyata ini memberikan rasa tenang dan aman bagi masyarakat Mowewe bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi ujian bencana ini.











