KENDARI, CORONGSULTRA.COM — Persoalan banjir yang kerap melanda ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat perhatian serius dari jajaran pemerintah pusat. Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, turun langsung melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik strategis penanganan banjir di Kota Kendari, Jumat (15/5/2026).
Tak sendiri, Dirjen SDA didampingi langsung oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan BAE. Langkah ini menjadi bagian dari upaya akselerasi penanganan banjir terpadu yang selama ini menjadi fokus utama Pemerintah Kota Kendari, khususnya di wilayah-wilayah yang rentan tergenang saat intensitas hujan tinggi.
Kunjungan ini juga turut dikawal oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Tampak hadir pula dalam rombongan, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, Muhammad Harliansyah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Kendari, Muh. Jayadi; serta Direktur Bina Operasional dan Pemeliharaan (OP) SDA Kementerian PU, A. Adi Umar Dani. Together, mereka mengevaluasi langsung kondisi di lapangan guna merumuskan solusi konkret.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan menyisir sejumlah lokasi prioritas yang selama ini menjadi “pekerjaan rumah” tahunan. Fokus pembahasan dan evaluasi bersama diarahkan pada lima agenda besar, yaitu penanganan banjir Kali Wanggu yang rawan meluap, pembenahan sistem drainase di kawasan strategis By Pass Kendari, penataan muara Kali Wanggu untuk kelancaran arus air, penanggulangan banjir di kawasan Amohalo, dan rencana strategis pembangunan kolam retensi di Nanga-Nanga.
Kawasan Kali Wanggu mendapat porsi perhatian utama. Sebagai urat nadi sistem aliran air di Kendari, peningkatan debit air di sungai ini kerap melumpuhkan akses transportasi dan merendam permukiman warga saat musim penghujan.
Merespons hal tersebut, pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal SDA tengah menyiapkan langkah teknis yang matang, mulai dari normalisasi sungai, penguatan struktur tanggul, hingga pengendalian sedimentasi yang kian mendalam.
Selain hulu, wilayah hilir dan jalur protokol tidak luput dari perhatian. Pembenahan drainase di kawasan By Pass Kendari dinilai mendesak agar jalur urat nadi kota tersebut bebas dari genangan. Pemerintah sepakat bahwa restrukturisasi sistem drainase harus dilakukan secara terintegrasi agar aliran air dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu di area muara Kali Wanggu, fokus utama tertuju pada pengerukan sedimentasi. Langkah ini sangat vital guna memastikan aliran air menuju laut tetap lancar, sekaligus meminimalisasi risiko efek backwater (aliran balik) yang kerap memperparah genangan di wilayah hulu dan perumahan warga.
Di sisi lain, kawasan Amohalo yang juga menjadi langganan banjir masuk dalam daftar penanganan prioritas melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Sebagai pelengkap sistem pertahanan banjir, rencana pembangunan kolam retensi di Nanga-Nanga akan dipacu. Infrastruktur ini dirancang khusus sebagai tampungan air sementara guna memotong puncak debit limpasan saat curah hujan ekstrem.
Di sela-sela peninjauan, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengatakan, sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci utama mempercepat realisasi proyek pengendali banjir ini. Baginya, kehadiran langsung Dirjen SDA dan jajaran Kementerian PU merupakan angin segar sekaligus bukti nyata kepedulian pusat terhadap masyarakat Kendari.
“Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kami berharap berbagai program yang direncanakan dapat segera direalisasikan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Wali Kota Siska.
Melalui peninjauan lapangan yang komprehensif dan kolaborasi lintas sektor yang terbangun dapat segera mewujudkan sistem pengelolaan sumber daya air yang jauh lebih andal, aman, serta mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.
TIM REDAKSI






