KONAWE SELATAN, CORONGSULTRA.COM – Anggota DPRD Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), H. Purnama Saboli, SH, MH, kembali turun ke lapangan untuk menemui konstituennya dalam agenda Reses Sidang Ketiga Tahun 2026. Bertempat di Desa Langgea, Sabtu (26/6/2026),
Antusiasme warga terlihat begitu besar. Lebih dari 180 masyarakat Desa Langgea memadati lokasi reses untuk menyampaikan unek-unek mereka. Mayoritas dari mereka mengeluhkan kondisi infrastruktur desa, mulai dari perbaikan drainase hingga jalan lingkungan yang memprihatinkan. Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Camat Ranomeeto, Erwin Muhtar, S.Sos.
Salah satu keluhan datang dari Kepala Dusun 5 RT 11, Zulkifli. Ia mengungkapkan bahwa wilayahnya hingga kini belum tersentuh perbaikan jalan dusun. Akibatnya, setiap kali hujan turun, jalanan berubah menjadi becek dan sulit dilalui. Selain jalan, Zulkifli juga mengharapkan adanya pengadaan lampu penerangan jalan demi kenyamanan warga saat malam hari.
Tak hanya masalah fasilitas jalan, sektor pendidikan dan pertanian juga menjadi sorotan. Sastra, seorang warga setempat, berharap pemerintah memberikan perhatian seimbang berupa bantuan untuk anak-anak yang menempuh pendidikan di sekolah swasta agar mereka bisa turut merasakan program pemerintah.

Sementara itu, warga lainnya menyoroti kondisi saluran irigasi yang sudah tidak berfungsi optimal. Akibat macetnya aliran air, banyak area persawahan yang kini terpaksa beralih fungsi menjadi kawasan perumahan.
“Ini pak irigasi sudah tertutup dan sama sekali tidak bisa di gunakan. Dan sawah sekarang sudah tersisah 50 hektar are saja. Di mana sebahagian sudah jadi perumahan,” tutur seorang warga menitipkan keluhannya.
Menanggapi aspirasi warga terkait bantuan pendidikan, Purnama Saboli menjelaskan bahwa program tersebut sebenarnya sudah dicanangkan oleh Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, melalui program ‘Setara’.
Mantan Kepala BPN Kota Kendari ini pun memberikan arahan konkret mengenai alur pengurusannya.
“Jadi kalau bantuan sekolah ibu laporkan kepada bapak kepala desa nanti bapak. Kepala desa berikan surat tidak mampu kemudian di berikan kepada bapak kepala sekolah karena program setarah hingga jenjang pendidikan ke atas atau Perguruan tinggi,” jelas Purnama Saboli.

Lebih lanjut, legislator Konsel ini menegaskan bahwa seluruh aspirasi dan keluhan yang telah disuarakan oleh masyarakat Langgea akan segera dibawa dan disampaikan langsung kepada Bupati. Ia mengakui bahwa keterbatasan dana aspirasi atau Pokir (Pokok-Pokok Pikiran) DPRD.
“Saya akan sampaikan kepada Bapak Bupati apa yang menjadi keluhan warga Desa Langgea karena dana asprisai atau dana Pokir untuk masyarakat tidak mencukupi untuk semua,” ujarnya.
Sebelum menutup agenda reses bersama masyarakat Desa Langgea, Purnama Saboli kembali menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan seluruh usulan warga, meskipun penentu kebijakan akhir tetap berada di tangan eksekutif.
“Saya akan perjuangkan apa menjadi usulan masyarakat Desa Langgea dan tetapi semua itu ada pada putusan Bapak Bupati,” pungkasnya.






