KENDARI, CORONGSULTRA.COM — Pemerintah Kota Kendari mengambil langkah konkret dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan meluncurkan Bank Sampah Balai Kota Kendari, Jumat (21/8/2026). Gerakan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran.
Peluncuran yang berlangsung di Kompleks Balai Kota Kendari tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta lurah se-Kota Kendari.
Langkah ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Instruksi Wali Kota Kendari Nomor 4 Tahun 2026 tentang Gerakan ASN Membawa, Memilah, dan Menyerahkan Sampah Anorganik.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran dalam sambutannya menegaskan, peluncuran Bank Sampah Balai Kota bukan sekadar seremonial belaka, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam pengelolaan sampah sekaligus memberikan teladan langsung kepada masyarakat luas.
Gerakan masif ini melibatkan sekitar 10.505 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Kendari. Setiap ASN ditargetkan untuk mengumpulkan dan menyetorkan sedikitnya dua kilogram sampah anorganik terpilah setiap bulannya.
“Kalau 10.000 orang kali dua kilogram, hampir 20.000 kilogram sampah di Kota Kendari bisa kita kumpulkan dalam waktu sebulan. Itu paling kurang,” ucap Siska penuh optimisme.
Para ASN diminta membawa sampah anorganik yang telah dipilah dari rumah maupun tempat kerja untuk disetorkan ke Bank Sampah Balai Kota Kendari setiap hari Jumat pada jam kerja.
Adapun jenis sampah yang dikumpulkan meliputi botol plastik, botol deterjen dan sampo, wadah makanan, kertas HVS, dokumen lama yang tidak terpakai, buku, kardus, kaleng, besi tua, seng, hingga sisa kabel.
Sebagai simbol dimulainya gerakan ini, Wali Kota melakukan penimbangan perdana sampah anorganik yang terkumpul seberat 19,6 kilogram. Dari hasil penimbangan tersebut, sampah bernilai Rp33.000 langsung dimasukkan ke dalam saldo Bank Sampah Balai Kota.
Siska menjelaskan, kehadiran bank sampah ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga membantu meringankan beban petugas kebersihan serta mendorong penerapan ekonomi sirkuler di Kota Kendari.
“Saya mau meminta maaf kepada seluruh masyarakat karena kebijakan ini terlambat, baru kepikiran. Masa kita yang memberikan perintah, baru kita yang tidak lakukan?” ujar Siska blak-blakan, menekankan pentingnya teladan dari jajaran pemerintah.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Polresta Kendari yang sebelumnya sukses meraih juara pertama lomba kebersihan tingkat instansi vertikal. Keberhasilan Polresta Kendari yang telah mengintegrasikan pemilahan sampah organik-anorganik dan memiliki bank sampah sendiri menjadi inspirasi bagi Pemkot Kendari.
Kepada seluruh pimpinan OPD, camat, dan lurah, Siska menginstruksikan agar gerakan serupa segera digalakkan di wilayah masing-masing, serta mengajak dunia usaha, komunitas masyarakat, dan perkantoran vertikal untuk turut serta.
Untuk memastikan operasional berjalan optimal, Siska meminta pengelolaan bank sampah dilakukan secara profesional dan transparan. Ia bahkan menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera merampungkan pembenahan fasilitas fisik bank sampah paling lambat minggu depan.
Gerakan ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan Pemkot Kendari terhadap program pemerintah pusat, termasuk Program ASRI yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dalam operasionalnya, Pemkot bermitra dengan CV Jaya Subur sebagai pihak ketiga yang bertanggung jawab melakukan pembayaran atas sampah anorganik yang ditimbang.
“Mari kita jadikan bank sampah ini bukan sekadar program kerja di atas kertas, tetapi gerakan hati dan tindakan nyata kita bersama demi mewujudkan Kota Kendari yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
TIM REDAKSI








