BUTON UTARA, CORONGSULTRA.COM – Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) serta Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kabupaten Buton Utara tidak boleh sekadar menjadi formalitas di atas kertas. Pemerintah Kabupaten Buton Utara berkomitmen menjadikan kedua dokumen ini sebagai pijakan utama untuk menentukan arah pembangunan daerah yang presisi, realistis, dan berjangka panjang.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Buton Utara, Afirudin Mathara, saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) I penyusunan RDTR dan KLHS Kabupaten Butur, Selasa (15/9/2026). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya instrumen tata ruang ini dalam memetakan potensi wilayah secara terukur.
“RDTR dan KLHS harus menjadi instrumen untuk menentukan arah pembangunan wilayah, perlindungan lingkungan, pengembangan permukiman, infrastruktur, investasi, dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan,” ucapnya.
Afirudin mewanti-wanti agar seluruh proses penyusunan dokumen berbasis data faktual di lapangan, bukan sekadar kalkulasi di atas meja. Penetapan delineasi wilayah dan isu strategis harus benar-benar mencerminkan karakteristik daerah serta kebutuhan riil masyarakat. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah timbulnya konflik pertanahan dan memberi kepastian hukum dalam pelaksanaan pembangunan.
Di sisi lain, kelestarian ekosistem tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Kawasan hutan, pesisir, mangrove, hingga sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata harus dijaga ketat tanpa mengabaikan potensi ekonominya bagi warga lokal.
“Jangan sampai pembangunan mengorbankan lingkungan, tetapi potensi yang ada juga harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Guna mewujudkan perencanaan yang matang, Afirudin meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menanggalkan ego sektoral dan menyajikan data yang akurat. Ia juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat, tokoh lokal, akademisi, hingga pelaku usaha agar dokumen yang dihasilkan tidak hanya ideal secara konsep, tetapi juga operasional hingga 30 tahun ke depan.
“Semangatnya adalah satu data, satu peta, satu arah pembangunan untuk Buton Utara,” tandasnya.
TIM REDAKSI





