KENDARI, CORONGSULTRA.COM — Anggota DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Abdul Halik, kembali menyapa konstituennya lewat agenda reses masa sidang ketiga tahun 2025-2026 di Desa Langgapulu dan Desa Batuputih, Kecamatan Kolono Timur, serta Desa Toluwonua, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pekan lalu.
Dari tiga titik yang dikunjunginya di wilayah tersebut, ia mendengarkan langsung berbagai keluhan dan harapan masyarakat, khususnya dari kalangan petani, nelayan, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Saat ditemui di Kantor DPRD Sultra, Senin (12/10/2026), H. Abdul Halik mengungkapkan bahwa berbagai usulan yang masuk dari masyarakat akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan ke tingkat pemerintah daerah.
Di sektor kelautan, para nelayan di kawasan Teluk Kolono dan pesisir Konsel sangat membutuhkan perlengkapan penangkapan ikan yang ramah lingkungan.
“Yang dia butuhkan adalah yang pertama speed untuk pengawasan area tangkap mereka supaya tidak terjadi pengeboman dari luar daerah,” ujar Abdul Halik.
Selain itu, nelayan juga meminta alat tangkap seperti bagan apung, pukat, dan sero, serta perahu nelayan. Guna menjaga kualitas hasil tangkapan agar tidak cepat rusak saat dibawa ke kota, ia menilai setiap kecamatan pesisir paling tidak harus memiliki fasilitas pabrik es mini.
“Selama ini kan esnya diimpor dari kota, paling tidak yang dia pakai es batu di kulkas biasa dan ketahanannya tidak terlalu lama,” tambahnya.
Sementara itu, sektor pertanian dan perkebunan juga mendominasi aspirasi warga. Para petani mengusulkan bantuan berupa traktor mini untuk lahan kering, jonder untuk persawahan, serta mesin pompa air yang sangat diandalkan di musim kemarau saat ini.
Abdul Halik juga menekankan agar bantuan pupuk dan bibit gratis dapat diserahkan sebelum musim panen tiba.
“Diharapkan dia hadir sebelum masa panen… jangan sudah menanam baru datang pupuknya, bibitnya, Pak, ya terlambat,” tegas Sekretaris DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Sultra ini.
Tidak kalah penting, pelaku UMKM turut menyuarakan kebutuhan alat-alat produksi penunjang ekonomi rumah tangga, seperti industri pengolahan sagu higienis hingga mesin-mesin jahit.
Namun, ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya memberikan bantuan alat, melainkan turut mendampingi proses pemasaran hingga produk warga terserap dengan baik.
“Untuk apa juga hasilnya banyak, tapi pemerintah tidak mendampingi melalui perusahaan daerahnya misalnya, atau kadinnya, bagaimana pemasaran itu bisa terjadi,” pungkasnya.
TIM REDAKSI





