KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Komandan Korem (Danrem) 143/Halu Oleo, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, menegaskan bahwa Pencak Silat Militer (PSM) memiliki peran strategis bagi prajurit. Selain mengasah ketangkasan fisik dan stamina, seni bela diri ini dirancang untuk membentuk karakter, mental tangguh, disiplin tinggi, serta rasa percaya diri dalam mengemban setiap tugas teritorial maupun tempur.
Penegasan tersebut disampaikan Danrem saat menutup secara resmi Latihan Kader Pelatih (Kadertih) Program Latihan Khusus Sabuk Hitam Tingkat I Pencak Silat Militer Korem 143/HO pada Selasa (13/9/2026). Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam membina profesionalisme prajurit di lingkup Korem 143/HO.
Usai menempuh rangkaian latihan intensif, para prajurit yang telah menyandang Sabuk Hitam Tingkat I kini mengemban amanah baru. Danrem berharap para lulusan tidak cepat puas, melainkan terus memelihara kemampuan diri sekaligus menularkan keahlian tersebut kepada rekan-rekan prajurit di satuannya masing-masing.
Secara terpisah, Penrem 143/HO menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan ini bagi masa depan satuan.
“Melalui kegiatan ini, Korem 143/HO berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya prajurit yang profesional, tangguh, dan siap menghadapi tantangan tugas. Kemampuan PSM diharapkan menjadi salah satu bekal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD,” tulis rilis resmi Penrem 143/HO.
Momen puncak acara penutupan ditandai dengan penyematan sabuk hitam secara langsung oleh Danrem kepada para prajurit yang dinyatakan lulus dan memenuhi syarat kenaikan tingkat.
Penyematan ini bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan simbol pencapaian, wujud kedisiplinan, dan tanggung jawab moral untuk terus mengembangkan kemampuan bela diri militer.
Sebagai bukti ketangkasan, para peserta turut menyuguhkan demonstrasi Pencak Silat Militer di hadapan jajaran Korem 143/HO.
“Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta juga menampilkan demonstrasi bela diri PSM.
“Demo tersebut memperlihatkan berbagai teknik serangan, tangkisan, kuncian, serta gerakan bela diri militer yang mengutamakan kecepatan, ketepatan, kekuatan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi,” tulis rilis tertulis Penrem 143/HO.
Dengan berakhirnya Latihan Kadertih Program Khusus Sabuk Hitam Tingkat I ini, seluruh prajurit diharapkan tetap menjaga konsistensi berlatih, mengasah ketajaman teknik, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai disiplin dan jiwa korsa prajurit TNI AD. [Rls]





