Edisi Kedua Buku Transformasi dan Wacana kembali Dicetak

KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Menjawab permintaan pembaca dan pegiat literasi Buku Transformasi dan Wacana di Era Distrupsi untuk edisi kedua kembali di cetak.
‎
‎Rasmin Jaya yang juga penulis buku tersebut mengatakan bahwa usai cetakan pertama habis yang telah di distribusi di beberapa mahasiswa dan desa di Muna Barat maka buku ini kembali cetak untuk menindaklanjuti beberapa permintaan pembaca yang lain.
‎
‎Ia bercerita esai-esai dalam bukunya adalah rekaman perjalanan advokasi, pergerakan, dan perjuangan dengan menyentuh berbagai fenomena sosial politik, demokrasi, pendidikan dan lainnya yang terakumulasi dalam berbagai wacana.
‎
‎”Menulis menjadi cara saya merangkai potongan-potongan itu, menemukan keterkaitan antara pengalaman pribadi dan peristiwa eksternal, serta menjaga agar pertanyaan tetap hidup. Setiap kali saya merasa menemukan jawaban, selalu ada sudut pandang lain yang menantang,” katanya.
‎
‎Buku ini adalah rekaman perjalanan yang tak pernah tuntas, cermin dari kegelisahan dan penerimaan, pencarian dan keterbukaan. Ia berusaha menautkan konsep dengan kenyataan, bacaan dengan pengalaman, sehingga yang lahir bukanlah jawaban pasti, tetapi jawaban sementara yang memancing pertanyaan baru.
‎
‎Menulis, baginya, adalah cara merawat percakapan yang tak pernah usai dengan dunia yang terus berubah, dengan orang-orang yang membawa kisah mereka, dan yang tak kalah penting, dengan diri sendiri yang terus berkembang. Ketidaktuntasan adalah bagian alami dari perjalanan pemahaman. Ia memberi ruang bagi pertanyaan baru, membuka kemungkinan yang lebih luas, dan menjaga agar proses belajar tetap hidup.
‎
‎Ia membeberkan, mungkin hanya dalam menulis saya tidak merasa perlu menyingkirkan keraguan dan ketidakpastian. Justru dengan melihatnya dari sudut pandang yang lebih terbuka, saya menemukan sesuatu yang lebih berharga daripada kepastian, keberanian untuk terus mencari dan keterbukaan untuk terus belajar.
‎
‎Sebelumnya di beritakan tentang buku tersebut dalam media Kendari Kita. ‎Di tengah hiruk-pikuk gerakan jalanan dan kesibukan akademik, Rasmin Jaya, mahasiswa Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO) sekaligus kader GMNI Sulawesi Tenggara, membuktikan bahwa perjuangan tidak hanya bergerak di podium, tetapi juga lewat goresan pena.
‎
‎Ia menerbitkan buku perdananya berjudul “Transformasi dan Wacana di Era Distrupsi”.
‎
‎Buku ini merupakan kristalisasi dari kegelisahan seorang aktivis dalam melihat dinamika sosial, kebijakan pemerintah, dan tantangan teknologi yang kian menggerus budaya literasi.
‎
‎Bagi Rasmin, proses menulis buku ini bukanlah perkara mudah. Dibalik narasi yang tersaji, ada malam-malam panjang yang ia habiskan untuk merangkai kata saat orang lain terlelap. Ia menganalogikan aktivitas literasi layaknya “nutrisi otak”.
‎
‎”Mengurangi aktivitas literasi sama saja dengan mengurangi gizi otak, yang berisiko menimbulkan kelumpuhan dalam memahami fenomena sosial,” kata pria kelahiran Muna Barat ini.
‎
‎Lewat buku ini, Rasmin mencoba menghadirkan oase pemikiran yang tidak hanya kaku secara ilmiah, tetapi juga menyentuh persoalan fundamental seperti demokrasi, pemilu, hingga pendidikan, agar dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat.
‎
‎Lahir di Desa Maperaha, Muna Barat, pada 9 Oktober 1998, semangat Rasmin ditempa oleh keterbatasan. Masa sekolahnya dihabiskan dengan membantu orang tua berjualan roti setiap pagi dan sore, sebuah aktivitas yang ia lakoni hingga kelas 2 SMA, bahkan berlanjut secara daring saat duduk di bangku kuliah.
‎
‎Pengalaman hidup yang keras ini membentuk karakter idealismenya. Alumni Sosiologi FISIP UHO yang kini menjabat sebagai Ketua DPC GMNI Kota Kendari (2023-2025) ini, dikenal vokal dalam mengadvokasi hak-hak mahasiswa dan masyarakat yang terpinggirkan.
‎
‎Pesan untuk generasi muda melalui karyanya, Rasmin menitipkan pesan kuat bahwa generasi muda tidak boleh apatis. Ia menekankan bahwa mahasiswa adalah pilar kemajuan peradaban yang memikul tanggung jawab sejarah.
‎
‎Penulis tidak akan benar-benar ‘mati’ meski raga telah dikuburkan, karena imajinasi pembaca akan selalu menghidupkannya,” tuturnya puitis.
‎
‎Bagi masyarakat, aktivis, maupun pemangku kepentingan yang ingin memesan buku ini bisa langsung menghubungi penulis.
‎
‎Penulis: Rasmin Jaya (Mantan Ketua DPC GMNI Kendari)
‎Editor: Nurlailatul Qadriani
‎Desain & Layout: Andi Mallarangan
‎Halaman: 230
‎Ukuran: 13.5×20 cm
‎Garamond: 12 pts
‎ISBN : 978-623-676-32-1
‎Pemesanan No WA Penulis : *085299386610*
‎
‎Menjadi penulis berarti rela membongkar isi hati dan pikiran di atas kertas, lalu membiarkan orang membacanya seakan mereka hanyut dalam denyut dari titik nadi permasalahan, dinamika, harapan serta ikut mengenal jiwa penulis asli yang sebenarnya. Karya ini diharapkan menjadi cahaya di tengah kegelapan era distrupsi. [Rls]