KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), La Ode Umar Bonte, angkat bicara terkait masalah pemadaman listrik yang kerap terjadi di Sulawesi Tenggara seperti dialami warga Kota Kendari. Ia menilai krisis kelistrikan ini terjadi akibat pasokan energi, khususnya batu bara dan gas, yang banyak tersedot untuk kebutuhan ekspor ke luar negeri.
Hal tersebut diungkapkan Umar Bonte di Kendari, Jumat (6/11/2026). Menurutnya, tingginya volume ekspor batu bara dan gas membuat kebutuhan energi di dalam negeri terabaikan dan berdampak langsung pada pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
“Orang lebih memilih mengekspor batu bara ketimbang menjualnya ke PLN. Hari ini PLN kekurangan, dan pemadaman di mana-mana,” ujar Umar Bonte.
Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah pusat, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk mengevaluasi dan mengurangi ekspor batu bara serta pengiriman gas ke luar negeri.
Umar Bonte juga menepis berbagai alasan yang sering disampaikan terkait penyebab pemadaman, termasuk alasan musim kemarau maupun hambatan jalur pengangkutan batu bara akibat kekeringan sungai. Ia mengaku telah mengecek langsung kondisi sejumlah sungai di lapangan dan mendapati arus sungai masih terpantau normal.
“Alasannya sungai tempat mengangkut batu bara kering, sehingga mempengaruhi batu bara yang dikirim ke PLN. Itu juga bohong. Saya sudah ke sana, saya cek juga, tidak ada juga,” tegasnya.
Terkait alasan yang kerap dilontarkan pihak PLN—seperti musim kemarau, sehingga debit air pada pembangkit listrik Provinsi Sulawesi Selatan mengganggu pasokan listrik di Sultra, Umar Bonte secara tegas menepis hal tersebut.
Anggota DPD daerah pemilihan (Dapil) Sultra ini mengungkapkan bahwa berdasarkan peninjauan langsung yang dilakukannya di lapangan, kondisi debit air sungai terpantau normal dan tidak mengalami kekeringan seperti yang dituduhkan.
“Jadi PLN itu nggak usah mengada-ngada lah, nggak usah membohongi masyarakat bahwa tidak menyalanya lampu karena kekeringan dan lain sebagainya. Enggak usah, kita tahu kok masalahnya bukan di sana,” tegasnya.
Ia menduga krisis listrik ini murni disebabkan oleh orientasi keuntungan eksportir yang lebih memilih pasar luar negeri karena pembayaran yang dinilai lebih lancar. Umar Bonte menegaskan akan terus mendesak Kementerian ESDM dan pihak terkait untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat di dalam negeri demi mengatasi krisis energi yang merugikan masyarakat Sultra.
TIM REDAKSI





