Sering Terjadi Kecelakaan, JMSI Kolaka Raya Desak Pembangunan Pos Lantas di Pomalaa

KOLAKA, CORONGSULTRA.COM Meningkatnya volume kendaraan di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, mulai menimbulkan kekhawatiran serius. Menanggapi tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut, Ketua Pengurus Cabang Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kolaka Raya, Andri Ovianto, meminta Polres Kolaka bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera membangun Pos Lalu Lintas (Pos Lantas).

Dalam keterangan tertulisnya, Andri menyoroti bahwa kepadatan kendaraan mencapai puncaknya pada pagi dan sore hari. Hal ini diperparah dengan status Pomalaa sebagai kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memicu mobilisasi tinggi.

“Sejak adanya PSN di Kecamatan Pomalaa, hampir setiap hari terjadi kecelakaan. Salah satu faktor penyebab utamanya adalah padatnya volume kendaraan, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja,” ujar Andri Ovianto, Senin (12/1/2026).

Menurut Andri, kehadiran Pos Lantas di titik-titik rawan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat kendali untuk mendisiplinkan pengguna jalan. Diharapkan dari pembangunan pos tersebut menjadi basis operasi untuk menindak pelanggaran lalu lintas dan penyidikan awal jika terjadi kecelakaan.

“Petugas dapat melakukan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli secara rutin di titik kepadatan tinggi,” ujarnya.

Pos Lantas menjadi titik terdepan bagi warga untuk melaporkan insiden, meminta bantuan, atau mengakses informasi lalu lintas. Keberadaan personel polisi di lapangan secara psikologis memberikan rasa aman bagi pengguna jalan dan menekan potensi kriminalitas jalanan.

JMSI Kolaka Raya berharap agar pihak kepolisian dan pemerintah setempat tidak menutup mata terhadap kondisi ini. Sinergi antara Polres Kolaka dan Pemda Kolaka dalam penyediaan fasilitas keamanan jalan raya dianggap sebagai langkah mendesak demi keselamatan publik.

“Kami berharap pembangunan Pos Lantas ini segera direalisasikan agar kemacetan dapat terurai dan angka kecelakaan di Pomalaa bisa ditekan seminimal mungkin,” pungkasnya.

TIM REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *