MUNA, CORONGSULTRA.COM – Di tengah keterbatasan anggaran, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Muna tetap bekerja keras melayani masyarakat.
Kepala DLHK Muna, LM Yakub mengatakan bahwa sejumlah lampu jalan yang sebelumnya padam di dalam kota sudah dihidupkan kembali. Selain itu, penataan taman dan pengangkutan sampah juga terus berjalan.
“Setiap harinya di dalam kota saja, sampahnya itu 20 ton yang tersebar di sepanjang jalan,” ungkapnya.
Sampah yang diangkut lanjutnya , bukan hanya sampah rumah tangga, tapi juga sampah kebun dan kayu yang tersebar di sepanjang jalan. Dalam satu hari, sampah di dalam kota total mencapai 20 ton.
Namun, beban kerja yang berat tidak diimbangi armada dan anggaran yang cukup.
“Kita lihat saja kendaraan yang diparkir itu, atas bawah sudah tembus. Saya belikan tripleks, tapi seberapa kuatnya. Mau diapa, kondisi anggaran. Padahal setiap tahun kami ajukan. Anggaran yang diberikan juga tidak cukup,” tuturnya.
Operasional kendaraan juga terkena imbasnya Pasalnya, jatah BBM yang sebelumnya berjumlah 30 liter, saat ini berjumlah 18 liter saja perminggunya. Padahal ada 9 armada pengangkut sampah yang harus bolak-balik ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Yakub juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam membuang sampah. Sampah organik lanjutnya, bisa dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk, sedangkan anorganik seperti plastik, bisa dikumpulkan dan ditimbang untuk diuangkan di DLHK Muna.

Sementara itu, Kepala Bidang PPLH DLHK Muna, Much. Kamsil Sahrani mengatakan, bidang yang ditanganinya telah menyalakan lampu jalan di beberapa titik.
“Dengan kemampuan seadanya kemarin malam, lampu jalan yang dikeluhkan di depan Galampano (rumah jabatan Bupati Muna), sudah kami nyalakan,” katanya.
Selanjutnya, di Lampogu, lampu yang padam sejak lama juga berhasil dinyalakan setelah dicek langsung di lapangan. Namun, masih ada puluhan titik lampu jalan lain yang bermasalah.
“Bukan saja mengganti balon. Karena ada beberapa komponen yang rusak, jadi kita cek satu per satu apa masalahnya,” ujar Kamsil.
Salah satu komponen yang sering jebol menurutnya, adalah MCB di panel lampu. Di Kota Raha, ada sekitar 40 panel, dengan 1 panel bisa berisi 6 MCB. Harga per MCB berkisar Rp90 ribu sampai Rp150 ribu.
“Selama dua bulan ini kita sudah ganti sekitar 60 MCB. Karena beban lampu yang mengakibatkan jebol, di samping itu lampu jalan kita usianya sudah sekitar 25 tahunan. Seharusnya kita butuh peremajaan,” jelasnya.
Selain kerusakan, DLHK juga menghadapi pencurian jaringan lampu jalan. Ada 7 titik pencantolan liar yang menyebabkan korsleting dan kelebihan beban.
“Sudah kita temukan 7 titik pencantolan. Kita lakukan pembinaan dan pemutusan agar mereka tidak melakukan lagi. Kalau mengulangi, kita akan pidanakan,” tegas Kamsil.
Dengan beban kerja yang kompleks, Kamsil mengakui Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. Untuk penanganan lampu jalan pada tahun ini, DLHK hanya mendapatkan anggaran sebesarv Rp50 juta saja. Setelah dipotong pajak, dana bersih hanya sekitar Rp40 jutaan lebih .
“Saya terima SK PPM Bulan Februari 2026 lalu, Bayangkan, harga lampu bisa ratusan ribu, belum lagi kabel-kabelnya. Saat ini kami bekerja maksimal sesuai kemampuan,” tutup Kamsil.
Laporan: Naja





