KONAWE UTARA, CORONGSULTRA.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut) mengambil langkah strategis dalam menata masa depan wilayahnya dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pertama penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Lasolo di salah satu hotel setempat, Kamis pekan lalu (17/9/2026).
Membacakan sambutan tertulis Bupati Konut, Wakil Bupati Konut Abuhaera mengatakan, penyusunan RDTR bukan sekadar memetakan wilayah atau membagi zona administratif. Lebih dari itu, dokumen ini menjadi instrumen vital yang menentukan arah perkembangan Kecamatan Lasolo ke depan.
“Di dalamnya kita menentukan ruang untuk tumbuh, ruang untuk berusaha, ruang untuk membangun infrastruktur dan pelayanan publik, sekaligus ruang yang harus kita lindungi,” ucapnya.
Langkah ini berlandaskan regulasi yang kuat, yakni Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang beserta perubahannya, serta Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang.
Dalam forum tersebut, penentuan batas delineasi wilayah perencanaan menjadi poin krusial agar selaras dengan pola perkembangan, jaringan infrastruktur, dan aktivitas masyarakat yang berkelanjutan.
Abuhaera juga meminta agar proses penyusunan ini berpijak pada data lapangan yang akurat dan visioner. Dokumen tata ruang harus mampu mengantisipasi dinamika wilayah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.
“Saya meminta agar penyusunan RDTR Kecamatan Lasolo didasarkan pada data yang aktual dan dapat dipertanggungjawabkan, mampu mengantisipasi perkembangan wilayah ke depan, selaras dengan rencana pembangunan daerah, serta tetap memperhatikan daya dukung lingkungan, risiko bencana, kepentingan masyarakat, dan keberlanjutan wilayah,” katanya.
Melalui forum ini, Pemkab Konut berharap seluruh peserta aktif membedah kondisi riil di lapangan agar dokumen yang dihasilkan benar-benar implementatif. FGD ini dirancang bukan sebagai formalitas belaka, melainkan wadah untuk melahirkan kepastian hukum bagi masyarakat, pemerintah, maupun dunia usaha dalam berinvestasi dan membangun daerah.





