Alarm Kasus Stunting Sultra di Angka 26,1 Persen

KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) kini tengah berpacu dengan waktu menurunkan angka stunting di bawah bayang-bayang target penurunan stunting nasional yang kian ketat,

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan prevalensi stunting nasional berada di angka 19,8 persen. Angka ini sebenarnya telah melampaui target nasional 2024 yang dipatok sebesar 20,1 persen.

Namun, ini menjadi alarm bagi Sultra. Saat target penurunan secara nasional berada di bawah 20 persen, angka stunting di Sultra masih tertahan di angka 26,1 persen.

Sinergi di Tengah Tantangan Berat

Wakil Gubernur Sultra, Hugua menegaskan bahwa mengejar ketertinggalan ini bukan perkara mudah. Dalam pertemuan evaluasi pelaksanaan intervensi spesifik stunting tingkat provinsi di Kota Kendari, Rabu (8/4/2026), ia menekankan pentingnya komitmen kolektif.

“Menurunkan angka tersebut secara signifikan membutuhkan kerja keras serta sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Sultra. Kita ingin minimal bisa mencapai rata-rata nasional,” ujar Hugua di hadapan jajaran Dinas Kesehatan dari Kabupaten/Kota wilayah Sultra.

Hal ini membuat Pemprov Sultra untuk melakukan akselerasi yang tidak biasa melalui dua pendekatan utama, yakni Promosi dan Kuratif.

Dari Pola Makan hingga Budaya

Pemda se-Sultra kini memperkuat edukasi pola makan bergizi seimbang yang menyasar ibu hamil, balita, dan keluarga sebagai langkah pencegahan (promosi). Di sisi lain, jalur kuratif (Medis) diperkuat melalui layanan pengobatan intensif bagi anak-anak yang sudah mengalami stunting akibat faktor kesehatan atau penyakit penyerta.

Selain intervensi pola makan dan medis, Pemprov Sultra juga menyoroti aspek tata kelola dan sosial, yakni perencanaan dan evaluasi dilakukan secara terpadu antara provinsi dan kabupaten agar anggaran dan program tepat sasaran. Monitoring akan dilakukan setiap pertengahan dan akhir tahun untuk memastikan strategi berjalan efektif.

Mengingat perilaku masyarakat sangat dipengaruhi tradisi lokal, Pemprov Sultra akan menggunakan strategi komunikasi yang lebih menyentuh aspek sosial agar edukasi gizi lebih mudah diterima.

Optimisme di Balik Angka

Langkah Pemprov Sultra untuk memangkas prevalensi stunting ini dianggap sebagai pertaruhan besar bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Meskipun target nasional terus menurun, Sultra optimistis bahwa dengan kolaborasi yang erat dan pendekatan berbasis kearifan lokal, angka stunting di daerah ini dapat ditekan.

Kini, bola panas ada di tangan Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota untuk mengimplementasikan strategi tersebut hingga ke tingkat desa, demi memastikan tidak ada lagi anak-anak Sultra yang tumbuh dengan kekurangan gizi di masa depan.

TIM REDAKSI