KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Merayakan hari jadi ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra menyiapkan serangkaian kegiatan yang menyentuh langsung aspek sosial, kesehatan, hingga pariwisata. Mengutip informasi resmi dari Dinas Kominfo Sultra, perayaan tahun ini mengedepankan semangat kepedulian melalui aksi bakti sosial kesehatan bagi masyarakat luas.
Rangkaian agenda kesehatan akan dimulai dengan sunatan massal yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026 di Aula Bahteramas, Kantor Gubernur Sultra. Tak berhenti di situ, bagi masyarakat yang membutuhkan layanan spesialis, Pemprov juga menggelar operasi bibir sumbing pada 23–24 April 2026 yang dipusatkan di RSJP Oputa Yi Koo dan Rumah Sakit Umum Aliyah 3.
Melengkapi aksi kemanusiaan tersebut, operasi katarak gratis juga akan dilaksanakan di RSUD Bahteramas selama empat hari, mulai tanggal 24 hingga 27 April 2026.
Sektor pariwisata turut mengambil peran penting dalam momentum HUT ke-62 ini melalui perhelatan Festival Bokori. Menariknya, festival ini menghadirkan beragam kompetisi kreatif seperti halal cooking competition, lomba cipta menu pangan lokal, hingga aksi memukau flying board. Tidak hanya soal hiburan, sisi ekologi tetap diperhatikan melalui gerakan bersih-bersih laut dan fun fishing yang melibatkan partisipasi aktif peserta.
Puncak kemeriahan olahraga akan tersaji pada 25 April 2026 melalui event bersepeda massal. Mengambil rute sepanjang 14 kilometer, para peserta akan memulai perjalanan dari Gerbang Toronipa dan berakhir di Dermaga Bokori.
Pihak panitia menargetkan sebanyak 1.000 peserta yang terdiri dari jajaran Forkopimda dan OPD Pemprov Sultra, personel TNI/Polri serta instansi vertikal, sektor perbankan, berbagai organisasi, komunitas sepeda, hingga masyarakat umum.
Menariknya, kegiatan bersepeda ini tidak hanya sekadar olahraga. Setibanya di garis finish, para peserta akan diajak melakukan aksi nyata bagi alam melalui penanaman pohon serta pembersihan area dermaga dan Pulau Bokori. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan di Sultra.











