KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Di tengah gempuran modernisasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menegaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan fondasi dari identitas dan peradaban. Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan strategis bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Kamis (30/4/2026).
Bertempat di Kendari, kerja sama ini dilakukan oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin. Penandatanganan ini menjadi payung hukum sekaligus langkah nyata dalam upaya pengembangan, pembinaan, serta pelindungan bahasa Indonesia dan bahasa daerah di Tanah Lulo.
Membacakan sambutan tertulis Wali Kota Kendari, Sudirman menekankan bahwa menjaga bahasa adalah menjaga marwah bangsa. Ia menyoroti pentingnya keseimbangan antara kedudukan bahasa Indonesia sebagai pemersatu dan bahasa daerah sebagai akar budaya.
“Bahasa adalah cerminan budaya. Keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan harus terus dikembangkan, namun jangan sampai kita mengesampingkan bahasa daerah. Itu adalah warisan berharga yang membentuk jati diri kita,” ujar Sudirman dengan penuh penekanan.
Sebagai bagian dari keragaman Nusantara, Kota Kendari memikul tanggung jawab besar untuk memastikan bahasa daerah tetap hidup di lisan generasi muda, sembari terus memasyarakatkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang-ruang publik.
Lebih jauh, audiensi ini juga menyoroti urgensi budaya literasi. Pemkot Kendari meyakini bahwa masyarakat yang cerdas dan berdaya saing hanya bisa lahir dari budaya baca dan tutur yang kuat.
Melalui kolaborasi ini, ke depannya akan hadir berbagai program inovatif yang menyentuh langsung masyarakat, di antaranya Memastikan wajah kota mencerminkan penggunaan bahasa yang tertib dan edukatif, menghidupkan kembali sastra-sastra daerah dalam kurikulum maupun kegiatan komunitas, dan mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan sastra lisan maupun tulisan asli Sulawesi Tenggara.
Sudirman menyampaikan apresiasi tinggi kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atas kepercayaan yang diberikan. Sudirman berharap kesepakatan ini tidak berhenti di atas kertas, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
“Kami ingin kerja sama ini menghadirkan dampak nyata. Literasi bukan hanya soal membaca, tapi soal membangun manusia yang cerdas dan bangga akan budayanya,” pungkasnya.










