Cegah Anemia pada Remaja, Mahasiswa Profesi Apoteker UHO Edukasi Siswa SMAN 8 Kendari

KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Kelompok 36 Program Pengalaman Belajar Lapangan Mahasiswa Profesi Apoteker (PSPPA) Angkatan XV Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar aksi nyata peduli kesehatan remaja. Mereka melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Sosialisasi dan Edukasi Penyakit Anemia serta Penggunaan Obat Tablet Tambah Darah pada Siswa-Siswi di SMAN 8 Kendari”.

Kegiatan yang berlokasi di Jalan Garuda Poros Moramo, Kelurahan Nambo, Kecamatan Abeli, Kota Kendari ini, menyasar para pelajar sebagai agen perubahan. Tujuannya jelas: mendongkrak pemahaman siswa mengenai bahaya anemia, pentingnya pencegahan sejak dini, serta cara konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang tepat dan efektif.

Aksi edukatif ini dimotori oleh lima mahasiswa Profesi Apoteker UHO, yakni Nuraini, Suci Lestari, Hirona Roman Pabendon, Azzahra Muhareva, dan Yusmin Marifatul Janah. Langkah mereka juga dikawal langsung oleh dosen pembimbing dari Fakultas Farmasi UHO, Dr. Hj. Fery Indradewi Armadany dan Astrid Indalifiany.

Sebagai narasumber, para mahasiswa mengupas tuntas bahaya tersembunyi anemia yang kerap mengintai remaja, khususnya remaja putri. Mereka mengenalkan gejala klasik anemia lewat istilah 5L (Lemah, Letih, Lesu, Lelah, dan Lalai). Jika dibiarkan, anemia bukan sekadar bikin cepat capek, tapi juga bisa merosotkan konsentrasi belajar, produktivitas, hingga prestasi akademik di sekolah.

Ketua Kelompok 36 PSPPA UHO, Nuraini, menegaskan bahwa membangun kesadaran mandiri di kalangan siswa menjadi target utama dari sosialisasi ini.

“Kami ingin siswa tidak hanya tahu gejalanya, tapi juga paham cara penanganan yang benar. Melalui edukasi ini, kami berharap tumbuh kesadaran dari dalam diri siswa untuk rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah setiap minggu tanpa harus dipaksa atau diingatkan terus-menerus,” ujar Nuraini saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan.

Tidak sekadar menyuruh minum obat, para mahasiswa farmasi ini juga berbagi tips klinis mengenai aturan pakai TTD yang benar. Peserta diajarkan untuk meminum TTD menggunakan air putih atau minuman kaya vitamin C demi mengoptimalkan penyerapan zat besi.

Sebaliknya, mereka mewanti-wanti siswa agar menghindari minum TTD bersamaan dengan teh atau kopi.

“Teh dan kopi itu mengandung senyawa yang bisa mengikat zat besi, akibatnya obat yang diminum jadi sia-sia karena tidak terserap optimal oleh tubuh. Jika muncul efek samping seperti mual atau tidak nyaman di perut, itu hal yang wajar dan ada cara-cara aman untuk mengantisipasinya,” jelas Nuraini menambahkan.

Melalui pendekatan yang interaktif, kegiatan ini diharapkan mampu memicu perubahan perilaku dan menciptakan budaya hidup sehat di lingkungan SMAN 8 Kendari. Sekolah diharapkan bisa menjadi ekosistem yang suportif, di mana sesama siswa saling mengingatkan untuk menjaga kadar hemoglobin mereka.

Lewat pengabdian ini, Mahasiswa Profesi Apoteker UHO Angkatan XV membuktikan komitmen nyata mereka. Bukan sekadar menuntaskan tugas akademik, melainkan ikut turun tangan menjaga kesehatan generasi muda sebagai aset masa depan bangsa.

TIM REDAKSI