KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Kota Kendari menjadi pusat perhatian para pemimpin daerah di kawasan Indonesia Timur. Pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari, Rabu (3/4/2026), menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar pemerintah daerah.
Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua mengatakan bahwa penunjukan Kota Kendari sebagai tuan rumah merupakan sebuah kebanggaan besar bagi pemerintah kota setempat. Kehadiran para Wali Kota, Bupati, Wakil Wali Kota, hingga Wakil Bupati dari wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua dalam forum ini dinilai sangat relevan dengan tema utama yang diusung, yakni “Kolaborasi dan Sinergi Membangun Indonesia Timur.”
Menurut Hugua, makna kolaborasi dan sinergi tidak boleh hanya sebatas kerja sama formal di atas kertas, melainkan harus mencerminkan konektivitas dan keterhubungan yang nyata antar pemimpin daerah. Melalui keterhubungan antara Wali Kota dan Bupati ini, diharapkan muncul sinergi yang lebih kuat di tingkat provinsi lewat asosiasi masing-masing, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Hugua juga memberikan apresiasi terhadap kiprah internasional Kota Kendari yang baru-baru ini sukses menjamu para wali kota se-Asia Pasifik. Keterlibatan aktif dalam organisasi global seperti United Cities and Local Governments (UCLG) dianggap sebagai langkah strategis daerah untuk memperluas jejaring di kancah internasional.
“Rekan-rekan dari Singapura dan Korea Selatan mengakui bahwa langkah yang dilakukan Kota Kendari merupakan bukti nyata menuju panggung dunia. Ini menunjukkan bahwa daerah juga memiliki peran strategis dalam diplomasi global,” ucap Hugua.
Di tengah situasi tekanan ekonomi global serta kebijakan efisiensi anggaran, Hugua mengajak seluruh kepala daerah kawasan Indonesia Timur untuk tetap menjaga semangat kebersamaan dan saling melengkapi. Ia menekankan, kota-kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan kawasan (the epicenter of regional growth). Oleh karena itu, perkembangan kota seperti Kendari dan Baubau akan menjadi indikator penting bagi kemajuan kabupaten-kabupaten di sekitarnya.
Menyoroti isu pengelolaan sampah yang menjadi salah satu fokus utama Rakerwil, Hugua mengingatkan pentingnya membangun kota yang tangguh (resilient city) dalam menghadapi potensi bencana alam, dinamika sosial ekonomi, hingga tantangan perubahan iklim global. Dia optimistis, sinergitas yang kokoh antara kota dan kabupaten di Sultra akan mempercepat lompatan kemajuan di sektor ekonomi, politik, dan sosial di masa depan.
Isu Prioritas Sampah
Apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Kendari juga datang dari Ketua APEKSI Komwil VI sekaligus Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Dalam penjelasannya, Siska mengungkapkan, APEKSI saat ini menghimpun 98 pemerintah kota di seluruh Indonesia. Menariknya, dari jumlah tersebut hanya ada sembilan kota yang dipimpin oleh perempuan yakni Wali Kota Kendari dan Wali Kota Palopo.
Terkait subtema yang diangkat tahun ini, yaitu “Penanganan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi”, Siska menekankan, persoalan sampah bukan lagi isu lokal, melainkan sudah menjadi perhatian langsung Presiden Republik Indonesia sekaligus agenda prioritas APEKSI Komwil VI.
“Kami menghadirkan perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai keynote speaker dengan harapan dapat memberikan semangat dan solusi baru dalam penanganan sampah di kota masing-masing,” ujarnya.
Lebih lanjut, Siska memaparkan enam kebijakan pokok APEKSI Komwil VI yang dirumuskan melalui Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) ke-10 di Makassar. Enam poin strategis tersebut meliputi pemantapan advokasi dan regulasi, peningkatan informasi dan komunikasi, peningkatan kapasitas pemerintah kota, pengembangan kerja sama antar daerah, kemitraan antar lembaga, serta konsolidasi organisasi.
Walau disadari belum semua program berjalan maksimal akibat keterbatasan fiskal di sejumlah daerah, APEKSI Komwil VI berkomitmen untuk terus bergerak menjalankan program strategis melalui sekretariatnya di Makassar.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua I APEKSI Pusat sekaligus Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menggarisbawahi peran strategis APEKSI sebagai wadah perjuangan daerah untuk menyuarakan berbagai tantangan sekaligus merumuskan rekomendasi solutif yang akan dibawa ke tingkat nasional.
Rakerwil Kendari ini menjadi jembatan penting untuk menyepakati berbagai isu strategis sebelum nantinya dimatangkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI yang dijadwalkan berlangsung di Kota Medan pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.
Tauhid tidak menampik, pemerintah daerah saat ini sedang dikepung berbagai tantangan pelik. Mulai dari tekanan ekonomi global, keterbatasan kapasitas fiskal, pengaturan Transfer ke Daerah (TKD), pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), hingga masalah pengelolaan sampah, transformasi digital, dan penanggulangan bencana.
“Kolaborasi dan sinergi menjadi strategi utama dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Tidak ada daerah yang bisa berjalan sendiri. Kita harus saling mendukung dan berbagi praktik-praktik terbaik untuk mempercepat pembangunan,” katanya.
Sebagai langkah konkret ke depan, Tauhid membocorkan bahwa APEKSI tengah menyusun buku City Branding dan Center of Excellence. Buku ini nantinya akan memuat seluruh potensi unggulan dari 98 kota di Indonesia sebagai alat promosi strategis di tingkat nasional maupun internasional. Di samping itu, APEKSI terus menelurkan kerja sama dengan berbagai mitra strategis, mencakup bidang konservasi energi, kesehatan masyarakat, ketahanan iklim, hingga pencarian solusi pembiayaan kreatif bagi pemerintah daerah.











