TIRAWUTA, CORONGSULTRA.COM – Langkah nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat mulai digulirkan di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim). Pelaksana tugas (Plt) Bupati Koltim, H. Yosep Sahaka menyampaikan i kepada jajaran Polres Koltim atas peran aktif mereka dalam mendukung pelaksanaan program strategis nasional melalui pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di wilayah Kabupaten Koltim.
Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Koltim ini ditegaskan langsung oleh Plt Bupati saat menghadiri acara launching Operasional SPPG Polri dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan tersebut berpusat di SPPG Lambandia Polres Koltim, Desa Penanggo Jaya, Kecamatan Lambandia, beberapa hari lalu.
“Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur menyambut baik hadirnya SPPG Polri Polres Kolaka Timur sebagai bagian dari upaya bersama dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis. Program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ucap Yosep Sahaka dalam sambutannya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Koltim AKBP Tinton Yudha Riambodo menjelaskan bahwa kehadiran SPPG Polri ini merupakan bentuk komitmen dan dukungan nyata dari Kepolisian Republik Indonesia terhadap program pemerintah pusat. Fokus utamanya adalah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendongkrak kualitas gizi masyarakat di daerah.
Melalui operasional terstruktur di bawah Polres Koltim, layanan penyediaan makanan bergizi ini dipastikan akan langsung menjangkau para penerima manfaat yang tepat sasaran. Target penerimanya mencakup para peserta didik di berbagai jenjang pendidikan, hingga kelompok masyarakat yang memang telah ditetapkan dalam ketentuan program nasional.
Setelah prosesi peluncuran resmi selesai, para tamu undangan yang hadir diajak untuk melakukan peninjauan langsung ke fasilitas dapur SPPG. Mereka melihat secara dekat bagaimana proses penyediaan hingga mekanisme pendistribusian makanan bergizi tersebut kepada para penerima manfaat. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan bahwa seluruh rantai produksi berjalan sesuai standar kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas gizi yang telah ditetapkan.











