Tangan Dingin Ridwan Bae dan Ahmad Syafei Kahar Gol-kan Bantuan Rumah untuk Sultra

KENDARI, CORONGSULTRA.COM Angka 10.000 bukan sekadar statistik di atas kertas bagi ribuan keluarga di Sulawesi Tenggara (Sultra). Di balik deretan angka tersebut, ada secercah harapan baru bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun harus bertahan di hunian yang jauh dari kata layak.

Sepanjang periode 2025–2026, Provinsi Sultra sukses mengamankan alokasi bantuan rumah dari pemerintah pusat hingga mencapai kurang lebih 10.000 unit. Puluhan ribu bantuan rumah layak huni ini disebar secara merata di 17 kabupaten dan kota se-Sultra, dengan target utama masyarakat berpenghasilan rendah yang paling membutuhkan.

Melimpahnya kuota bantuan untuk Bumi Anoa ini tidak datang begitu saja. Keberhasilan ini merupakan buah manis dari kerja keras dan kawalan ketat para legislator senayan asal Dapil Sultra, yang ditopang penuh oleh pemerintah daerah setempat.

Tenaga Ahli Wakil Ketua Komisi V DPR RI, La Ode Murfain, S.Pi, mengungkapkan bahwa mayoritas dari kuota program perumahan ini lahir dari jalur aspirasi para anggota DPR RI asal Sultra. Dua nama yang menjadi motor utama penggerak program ini adalah Ridwan Bae dan H. Ahmad Syafei.

“Sementara sekitar 3.000 unit lainnya merupakan kuota yang diperjuangkan anggota DPR RI H. Ahmad Syafei. Sejumlah anggota DPR RI lainnya dari Sultra juga disebut ikut berkontribusi dalam pengawalan program tersebut,” ujar Murfain seperti dikutip dari laman Topikterkini.com.

Hebatnya, perjuangan di kursi parlemen tidak berjalan sendirian. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra turut bergerak lincah di jalur birokrasi. Melalui jalur reguler kementerian, Pemprov Sultra aktif melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat. Hasilnya, Sultra mendapat suntikan tambahan sekitar 650 unit rumah.

Tambahan dari jalur reguler inilah yang kemudian menggenapkan total bantuan perumahan di Sultra hingga menyentuh angka 10.000 unit.

Menurut Murfain, besarnya alokasi ini menempatkan Sultra sebagai salah satu daerah dengan program bantuan perumahan paling signifikan di Indonesia dalam dua tahun terakhir.

Saat ini, komitmen tersebut bukan lagi sekadar rencana. Di berbagai sudut kabupaten dan kota di Sultra, proses pengerjaan fisik terus berjalan. Tim teknis bersama pendamping lapangan kini tengah melakukan percepatan di lapangan agar program ini bisa tuntas tepat waktu.

Program masif ini diharapkan tidak hanya sekadar memperbaiki struktur bangunan dan kualitas hunian warga. Lebih dari itu, hadirnya rumah yang lebih aman, sehat, dan layak huni ini diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam mendongkrak kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat Sultra ke depan.

TIM REDAKSI