KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Langkah tegap 44 prajurit Korem 143/Halu Oleo (HO) memenuhi halaman Makorem 143/HO pada Minggu (11/10/2026). Hari itu menjadi momen istimewa bagi prajurit yang resmi disematkan sabuk hitam Kader Pelatih (Kadertih) Pencak Silat Militer (PSM).
Penyematan sabuk hitam ini bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan buah manis dari proses latihan panjang yang dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkesinambungan. Keberhasilan para prajurit menembus tingkat tertinggi ini mencerminkan tingginya kedisiplinan, ketekunan, serta rasa tanggung jawab besar dalam menguasai seni bela diri militer.
Tingkat sabuk hitam tersebut membawa amanah baru bagi para prajurit untuk terus mengasah fisik, mental, dan ketangkasan. Penguasaan teknik PSM secara mendalam dipandang sebagai pilar penting dalam membentuk karakter prajurit TNI AD yang profesional, tangguh, dan selalu responsif terhadap dinamika di lapangan.
Tradisi kenaikan tingkat ini sekaligus menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai luhur seperti kehormatan, sportivitas, keberanian, dan semangat pantang menyerah. Prajurit yang telah menyandang sabuk hitam diharapkan mampu menjadi contoh dan mengularkan kemampuannya di unit serta satuan masing-masing.
Melalui pembinaan yang konsisten, Korem 143/HO terus berkomitmen melahirkan prajurit yang PRIMA—Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif—guna mendukung kesiapan menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. [Rls]







