KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Peringatan Hari Kartini tahun 2026 menjadi momentum refleksi bagi Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hj. Hasmawati, SE. Baginya, sosok perempuan di Bumi Anoa kini telah bertransformasi, bukan lagi sekadar pelengkap atau pendukung di balik layar keluarga, melainkan motor penggerak utama dalam gerak nadi pembangunan daerah.
Dalam dialog spesial di RRI Kendari memperingati Hari Kartini, Selasa (21/4/2026), Hasmawati membeberkan fakta bahwa wajah ekonomi riil daerah ini dikerjakan oleh tangan dingin kaum perempuan. Hal ini dibuktikan dengan dominasi perempuan yang mencapai angka 64 persen sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sultra.
“Sekitar 64 persen pelaku UMKM di Sultra dikelola oleh perempuan, mulai dari sektor kuliner hingga fashion. Tanpa keterlibatan mereka, roda ekonomi di Sulawesi Tenggara tidak akan bisa bergerak secepat sekarang,” ungkap Hasmawati,
Politisi perempuan dari Partai Gerindra ini juga menyoroti bagaimana peran perempuan telah merambah jauh ke ranah sosial dan lingkungan. Menurutnya, perempuan adalah garda terdepan dalam pengelolaan PKK, optimalisasi Posyandu, hingga penanganan isu strategis seperti stunting.
Salah satu contoh nyata yang ia puji adalah masifnya gerakan Bank Sampah di Kota Kendari. Inovasi lingkungan ini justru tumbuh subur karena digerakkan oleh dedikasi kaum perempuan.
“Dan yang lebih menarik khususnya di Kota Kendari ada Bank Sampah yang dibuat oleh Wali Kota Kendari yang perempuan juga yang jadi penggerak daripada Bank Sampah itu,” katanya
Bagi Hasmawati, fenomena ini adalah jawaban telak bagi stigma yang menyebut bahwa dunia kepemimpinan dan politik hanya milik laki-laki.
“Dulu Kartini melawan tembok feodal lewat surat. Hari ini, Kartini Sulawesi Tenggara melawan ketertinggalan lewat inovasi dan menjawab stigma lewat kerja nyata,” tuturnya puitis namun lugas.
Terkait keterwakilan perempuan di parlemen, Hasmawati melihat adanya kemajuan signifikan. Kebijakan afirmasi telah membuka jalan bagi perempuan untuk menduduki posisi strategis, termasuk di unsur pimpinan DPRD Sultra.
Ia menegaskan bahwa saat ini tidak ada lagi “kotak-kotak” pemisah yang membatasi kiprah perempuan di politik. “Kita sudah setara. Semangat Kartini adalah berani memimpin dan mengambil keputusan, namun tetap selaras dengan nilai-nilai keluarga dan budaya kita,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata di lembaga legislatif, Hasmawati tengah memperjuangkan Perda Ekonomi Kreatif. Perda ini dirancang untuk memberikan insentif khusus bagi UMKM yang dikelola perempuan serta mendukung konsep familypreneur.
Ia menyadari bahwa tantangan terbesar saat ini adalah akses pasar dan pendampingan. Oleh karena itu, ia mengusulkan program pendampingan intensif selama satu tahun guna membantu pelaku usaha perempuan menembus pasar digital atau marketplace dan menjalin kemitraan dengan industri besar.
“Kami ingin produk unggulan kita, seperti tenunan, kuliner, dan kerajinan khas Sultra, tidak hanya berputar di level kabupaten atau provinsi saja. Target kita adalah bisa menembus pasar nasional,” pungkasnya.





