KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Intensitas hujan yang tinggi kembali memicu meluapnya debit air di Kali Wanggu, Sabtu (9/5/2026). Luapan air ini merendam pemukiman warga yang berada di sekitar bantaran sungai, sebuah fenomena tahunan yang terus menghantui kawasan tersebut setiap kali musim penghujan tiba.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Rukmana menyampaikan bahwa ketinggian air saat ini telah mencapai 1,2 meter. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap aktivitas warga, dengan estimasi sebanyak 216 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 317 jiwa yang kini terdampak banjir.
Guna memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat sasaran, tim dari Dinas Sosial Kota Kendari langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan verifikasi data.
“Kami bersama Camat Baruga langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung sekaligus melakukan pendataan warga yang terdampak,” ujar Rukmana saat dihubungi CorongSultra.com.
Menanggapi situasi darurat ini, sejumlah langkah taktis telah diambil untuk memenuhi kebutuhan dasar para warga terdampak banjir. Hingga Sabtu siang, beberapa fasilitas pendukung sudah tersedia di titik pengungsian di antaranya tenda pengungsian, makanan siap saji dan lauk pauk, mobil dapur umum, dan pasokan air bersih sudah tersedia untuk kebutuhan sanitasi warga.
Penanganan banjir di Kali Wanggu kali ini melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak terdiri dari gabungan personel Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Sentra Meohai, BPBD Kota Kendari, serta unsur kewilayahan mulai dari Camat Baruga, Lurah Lepo-lepo, hingga Kepala Puskesmas Lepo-lepo.
Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi dan pemulihan pascabencana bagi warga yang terdampak di wilayah tersebut.
TIM REDAKSI





