SDN 09 Katobu Daftarkan Dua Guru Belajar IT dan AI

MUNA, CORONGSULTRA.COM – SDN 09 Katobu, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna mendaftarkan dua orang gurunya untuk mengikuti peningkatan kompetensi guru SD bidang Teknologi Informasi (IT).

Dua guru yang ditunjuk tersebut adalah Nur Hikmah dan Sesa. Keduanya saat ini mengampu mata pelajaran kelas tinggi, yakni kelas 5 dan 6 di satuan pendidikan tersebut.

Kepala UPTD SDN 09 Katobu, Iskijah, S.Pd, M.Pd, menjelaskan bahwa penunjukan keduanya berkaitan langsung dengan program Tindak Lanjut Diklat (TID).

“Jadi kedua guru itu memegang mapel untuk kelas tinggi. Ini kaitannya juga dengan TID. Nanti ada modulnya dan ada Komunitas Kolaborasi (KK) yang akan dikirim ke komunitas-komunitas Sindara. Jadi alurnya dari kabupaten ke pusat, pusat ke daerah, sehingga nanti akan banyak modul yang tersedia,” ungkap Iskijah, Rabu (3/6/2026).

Terkait jadwal pelaksanaan kegiatan, lanjut Iskijah, pihaknya saat ini belum diinformasikan secara rinci.

“Biasanya sudah ada dari Guru Penggerak. Di GTK juga sudah ada yang mengikuti kegiatan serupa. Modelnya seperti Komunitas Pilot (Ko Pilot). Kalau untuk SMP, SMPN 2 Raha. Sementara untuk SD, sekolah kami salah satu sekolah sasaran. Untuk Kecamatan Katobu, pelaksanaannya dilakukan serentak,” jelasnya.

Iskijah menambahkan, pembentukan Komunitas Kolaborasi (KK) pada Tahun Pelajaran 2025/2026 belum diwajibkan. Namun, mulai tahun pelajaran berikutnya KK akan menjadi program wajib.

“Sesuai informasi yang kami terima, program ini merupakan arahan dari pusat yang akan ditindaklanjuti hingga ke daerah. Saat ini suratnya sudah turun dari BSNP melalui Balai GTK ke BSNP, lalu menyasar kabupaten dan kota. Pendaftarannya dilakukan secara daring dan registrasi juga online,” tuturnya.

Lebih lanjut, Iskijah berharap dua guru yang telah didaftarkan tersebut dapat menjadi motor penggerak. Ilmu yang didapat nantinya akan ditularkan kepada guru-guru lain di sekolah yang berjumlah 37 orang , dengan didampingi Ko Pilot dari GTK.

Program ini dinilai Iskijah sangat dibutuhkan, seiring pemberlakuan Kurikulum Pembelajaran Mendalam yang menuntut guru untuk menguasai IT. Hal ini terlihat dari metode pembelajaran yang kini sudah mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI).

“Modul pembelajaran mendalam itu memadukan unsur bermain dan kreativitas anak. Di dalamnya ada pemanfaatan AI. Apalagi sekarang fokusnya ke life skill, jadi jika anak-anak mampu, mereka bisa melaksanakannya sendiri. Untuk mendukung itu, sarana prasarana di sini sudah terkoneksi. Kami juga sudah memiliki papan digitalisasi. Sejak kemarin kami sudah siap, tinggal menunggu instruktur dari GTK saja,” pungkasnya.

Laporan: Naja