MUNA, CORONGSULTRA.COM. – Minimnya fasilitas sekolah tidak menyurutkan semangat para guru di SMPS PGRI Raha untuk memberikan pendidikan terbaik bagi siswa. Di tengah keterbatasan, para tenaga pendidik di sekolah ini rela patungan dana pribadi demi membangun pagar sekolah secara swadaya.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala SMPS PGRI Raha, Zuliana, S.Pd. Menurutnya, pembangunan pagar merupakan kebutuhan mendesak untuk menjamin keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar.
“Pagar sangat kami butuhkan karena berkaitan langsung dengan keamanan sekolah. Saat ini kami belum memiliki pagar permanen yang memadai,” ujar Zuliana saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/7/2026).
Zuliana menjelaskan, pagar yang ada saat ini merupakan hasil inisiatif para guru. Dana pembangunan dikumpulkan dari iuran guru, khususnya saat menerima tunjangan sertifikasi.
“Pagar yang kami bangun itu kurang lebih sudah sepuluh meter panjangnya, tapi belum tinggi. Ini kami kumpul-kumpul dari guru. Kalau mereka terima sertifikasinya, kami sumbangkan. Ini murni inisiatif guru-guru sendiri,” paparnya.
Tidak hanya di bagian depan, di sisi belakang Ruang Kelas Belajar (RKB) pihak sekolah juga memasang pagar darurat dari kayu. Hal ini dilakukan agar area sekolah lebih tertutup dan siswa merasa aman.
“Di belakang itu, pagarnya saya pasangkan kayu. Yang penting anak-anak aman dan kami juga aman di sini,” ulasnya.
Selain pagar, Zuliana juga menyoroti kondisi RKB yang sudah mulai memprihatinkan. Beberapa kaca jendela pecah dan belum bisa diganti karena keterbatasan dana.
Dalam Penerimaan Murid Baru (PMB) Tahun Ajaran 2026/2027, pihak sekolah tentu berharap calon siswa dan orang tua bisa melihat SMPS PGRI Raha sebagai tempat yang nyaman dan aman untuk belajar.
“Kami ingin anak-anak dan orang tua merasa tenang menitipkan anaknya di sini. Makanya kami berupaya semaksimal mungkin dengan apa yang ada,” katanya.
Sementara itu,di tengah keterbatasan sarana, SMPS PGRI Raha justru memiliki tekad besar dalam bidang akademik. Di tahun pelajaran 2026/2027 ini, sekolah menargetkan untuk melahirkan lulusan yang cakap berbahasa Inggris.
Untuk mewujudkan target tersebut, sekolah akan mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler berupa les Bahasa Inggris.
“Kami dengan para guru akan melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler kepada siswa. Mereka bisa ikut les Bahasa Inggris dengan harapan, setelah mereka selesai sekolah di sini, siswa sudah bisa berbahasa Inggris,” tuturnya optimis.
Tidak berhenti disitu, Zuliana menambahkan, selain peningkatan mutu akademik, sekolah juga memiliki rencana jangka panjang untuk membangun lapangan futsal. Lahan yang tersedia di lingkungan sekolah dinilai cukup luas untuk merealisasikan rencana tersebut.
“Kami juga berencana bangun lapangan futsal. Halamannya luas, bisa kita manfaatkan. Mudah-mudahan ke depan ada bantuan dari pemerintah atau pihak lain,” tutupnya.
Pihak SMPS PGRI Raha berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna dapat memberikan perhatian lebih terhadap kelengkapan sarana dan prasarana di sekolah tersebut, agar proses pendidikan dapat berjalan lebih optimal.
Laporan: Naja





