JAKARTA, CORONGSULTRA.COM — Langkah taktis dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memastikan potensi wisatanya mendapat porsi yang layak di panggung nasional. Kepala Dinas Pariwisata (DIspar) Sultra, Dr. M. Ridwan Badallah, mendatangi langsung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Jakarta, Kamis (30/7/2026), guna menyerahkan dokumen usulan perubahan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) Tahun 2026–2045.
Alih-alih sekadar pertemuan seremonial, kunjungan ini sarat akan substansi. Didampingi jajaran Sekretaris Dinas dan kepala bidang terkait, Ridwan Badallah menyerahkan langsung dokumen tersebut yang disambut hangat oleh Kepala Biro Perencanaan, Sekretaris Deputi, serta para Asisten Deputi Kementerian Pariwisata.
Dispar Sultra tidak datang dengan tangan kosong. Dalam dokumen usulan yang diserahkan, terdapat beberapa poin yang diajukan untuk merombak peta pariwisata daerah agar lebih representatif dan berdaya saing.
Pertama, mengusulkan perubahan status Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) Kendari menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kendari dan sekitarnya.
Kedua, mengubah KPPN Baubau menjadi KPPN Kepulauan Buton guna memaksimalkan potensi sejarah dan bahari.
Ketiga, mengusulkan penambahan KPPN Kolaka Raya dalam peta pengembangan nasional.
Keempat, KSPN Kepulauan Muna sebagai kawasan wisata prioritas berbasis sejarah dan budaya.
Menurut Ridwan Badallah, penyesuaian ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan strategi nyata untuk pemerataan pembangunan pariwisata di seluruh wilayah Sultra, sekaligus membuka peluang peningkatan investasi, pengembangan destinasi, dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, Dispar langsung memasang target berikutnya. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengagendakan audiensi khusus yang melibatkan Gubernur Sultra bersama seluruh Bupati dan Wali Kota se-Sultra untuk bertemu langsung dengan Menteri Pariwisata.
Langkah kolosal ini diambil untuk mengawal langsung usulan tersebut agar benar-benar terakomodasi dalam kebijakan resmi pembangunan pariwisata nasional.
Melalui gerak cepat dan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah ini, Sultra optimis sektor pariwisatanya tidak hanya sekadar tumbuh, tetapi juga semakin terarah, berdaya saing global, dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
TIM REDAKSI





