KENDARI, CORONGSULTRA.COM — Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka menyerahkan dokumen rancangan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 kepada Ketua DRPD Sultra, La Ode Tariala dalam rapat paripurna dewan yang digelar, Selasa malam (22/9/2026).
Di hadapan pimpinan serta anggota DPRD Sultra, unsur Forkopimda, para kepala OPD lingkup Pemprov Sultra, dan tamu undangan, Gubernur menguraikan berbagai penyesuaian angka fiskal daerah. Salah satu poin utama yang disoroti adalah kenaikan target pendapatan daerah.
Pendapatan daerah semula ditargetkan sebesar Rp4,06 triliun, kini naik menjadi Rp4,56 triliun atau bertambah Rp505 miliar atau meningkat 12,45 persen.
Lonjakan pendapatan ini ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD), pajak dan retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, lain-lain pendapatan yang sah, serta dana transfer dan hibah dari pemerintah pusat.
Sejalan dengan bertambahnya pundi-pundi pendapatan, alokasi belanja daerah juga mengalami penyesuaian. Anggaran belanja yang awalnya direncanakan Rp4,7 triliun, kini disesuaikan menjadi Rp4,74 triliun—mengalami kenaikan sekitar Rp671,12 miliar atau naik 16,47 persen.
Gubernur merinci, pos belanja tersebut difokuskan untuk berbagai kebutuhan penting, mulai dari belanja operasi, belanja pegawai, belanja modal, hibah, bantuan sosial, hingga belanja tak terduga.
Komponen pembiayaan daerah pada tahun anggaran 2026 turut mengalami penyesuaian signifikan pada sektor penerimaan dan pengeluaran.
“Penerimaan pembiayaan direncanakan semula sebesar Rp69,73 miliar berubah menjadi Rp235,40 miliar, bertambah sebesar Rp165,67 miliar atau naik sebesar 237,59 persen yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran atau SILPA tahun 2025,” ujar Gubernur.
Sementara itu, untuk komponen pengeluaran pembiayaan yang dipatok sebesar Rp54,79 miliar, dialokasikan secara khusus untuk pelunasan cicilan pokok yang telah jatuh tempo pada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Meski struktur keuangan dirancang tetap seimbang antara pendapatan dan belanja, Gubernur mengingatkan seluruh jajarannya agar tidak sekadar mengejar angka. Ia menekankan pentingnya pendalaman materi agar setiap program benar-benar mendatangkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Oleh karena itu, saya instruksikan kepada Tim TPAD dan seluruh kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mengikuti proses pembahasan perubahan APBD tahun 2026 ini dengan baik dan tuntas agar target dan sasaran program kegiatan yang telah direncanakan dapat tercapai,” pungkasnya.
TIM REDAKSI





