KENDARI, CORONGSULTRA.COM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari mulai meningkatkan kualitas layanan penanganan kanker. Upaya ini ditandai dengan digelarnya visitasi dan monitoring oleh Tim Pengampuan Kanker dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta di Aula RSUD Kota Kendari, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengampuan Kanker Nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI guna mempercepat pemerataan akses kesehatan di berbagai daerah.
Dalam agenda visitasi, tim peninjau melakukan evaluasi menyeluruh mencakup aspek kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan alat kesehatan, fasilitas diagnostik, prosedur tindakan medis, hingga sistem pelaporan.
Fokus pengembangan diarahkan pada empat jenis kanker prioritas nasional, yakni kanker paru, payudara, serviks, dan kolorektal. Selain itu, RSUD Kota Kendari juga bersiap menjalankan serangkaian program pelatihan khusus bagi tenaga kesehatan yang dijadwalkan berlangsung tahun 2027.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Kota Kendari, dr. Putu Agustin Kusumawati, M.Kes, menyambut baik kehadiran tim pengampuan guna memberikan asistensi dan evaluasi terhadap mutu layanan onkologi di fasilitas kesehatan tersebut.
Pihaknya menegaskan komitmen rumah sakit dalam melengkapi standar pelayanan melalui pembenahan fasilitas serta sumber daya manusia.
“Kami sangat mengapresiasi visitasi ini. Berbagai masukan yang diberikan akan menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah pengembangan layanan kanker di RSUD Kota Kendari, baik yang dapat direalisasikan pada tahun ini maupun yang direncanakan pada tahun anggaran berikutnya,” ucapnya.
Langkah penguatan ini difokuskan agar pasien kanker di Sulawesi Tenggara (Sultra) bisa mendapatkan penanganan medis secara komprehensif tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Perwakilan Tim Pengampuan RSUP Dr. Sardjito, dr. Fahmi Indrati, Sp.PD Subsp. G.E.H (K), menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendampingi rumah sakit daerah agar mampu memenuhi standar indikator pelayanan kanker secara bertahap, termasuk peningkatan kompetensi tenaga medis melalui program pelatihan dan sertifikasi berkelanjutan.
TIM REDAKSI




