KENDARI, CORONSULTRA.COM — Komitmen dalam memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan darurat terus ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim). Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Koltim, Yosep Sahaka, hadir secara langsung didampingi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Koltim, Dewa Made Ratmawan, dalam Apel Siaga dan Simulasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Tahun 2026.
Kegiatan siaga darurat tingkat regional ini diselenggarakan di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (26/8/2026).
Apel akbar tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, serta dihadiri secara antusias oleh para bupati dan wali kota se-Sultra, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkpimda), serta berbagai unsur terkait yang memegang peran vital dalam penanggulangan bencana di Bumi Anoa.
Keterlibatan aktif seluruh kepala daerah dari kabupaten dan kota mencerminkan urgensi koordinasi lintas wilayah. Langkah ini dinilai sangat krusial dalam menghadapi ancaman nyata dari potensi bencana musiman, khususnya kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan yang kerap menyertai periode musim kemarau.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, diselenggarakan pula simulasi lapangan penanggulangan bencana Karhutla dan kekeringan. Simulasi interaktif ini dirancang khusus untuk menguji ketepatan koordinasi, meningkatkan kesiapan mental maupun teknis personel, serta mengasah kemampuan respons cepat dalam menangani kondisi darurat di lapangan.
Bagi Pemkab Koltim, keikutsertaan dalam apel siaga ini merupakan wujud nyata komitmen daerah untuk terus memperkuat langkah-langkah mitigasi, pencegahan dini, kesiapsiagaan, dan penanggulangan bencana yang terintegrasi.
Kehadiran Plt Bupati Koltim dalam forum strategis ini juga merefleksikan dukungan penuh terhadap arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam membangun ekosistem penanggulangan bencana yang jauh lebih terpadu, tanggap, dan responsif.
Ke depan, Pemkab Koltim menegaskan komitmennya untuk terus merajut sinergi yang solid bersama seluruh pemangku kepentingan, guna mewujudkan daerah yang semakin tangguh dan sigap dalam menghadapi segala potensi risiko kebencanaan.
TIM REDAKSI





