Pj Bupati Kolaka: Praktik Pertambangan Berkelanjutan PT Vale Beri Dampak Positif

KOLAKA, CORONGSULTRA.COM – Penjabat (Pj) Bupati Kolaka, Muhammad Fadlansyah, mengapresiasi praktik pertambangan berkelanjutan atau Good Mining Practices (GMP) PT Vale Indonesia yang diterapkan dalam operasinya di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal itu dia sampaikan saat melakukan kunjungan resmi ke PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, hari Kamis pekan lalu.

Fadlansyah memberikan pujian terhadap komitmen PT Vale di IGP Pomalaa untuk menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan. Salah satu pencapaian penting terkait upaya keberlanjutan adalah pembangunan fasilitas persemaian (nursery).

“Komitmen PT Vale terhadap praktik pertambangan berkelanjutan di Pomalaa patut dicontoh. Pemerintah sangat mendukung inisiatif ini dan berharap perusahaan lain akan mengikuti langkah yang sama untuk melestarikan fungsi hutan dan lingkungan,” tegas Fadlansyah.

Da juga menjelaskan, kunjungannya juga bertujuan untuk melihat perkembangan proyek dan memastikan bahwa semua aspek berjalan sesuai rencana. Ia menekankan bahwa percepatan pelaksanaan proyek IGP Pomalaa sangat penting untuk memaksimalkan manfaat bagi masyarakat Kolaka.

“Proyek ini memiliki potensi besar untuk mendongkrak pembangunan daerah dan menciptakan sekitar 1.500 lapangan pekerjaan baru dalam dua tahun ke depan. Ini adalah langkah positif bagi pengembangan ekonomi lokal,” ujar Fadlansyah.

Kunjungan Pj Bupati Kolaka ke IGP Pomalaa menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Upaya PT Vale dalam menerapkan praktik pertambangan ramah lingkungan diharapkan tidak hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal tetapi juga menjadi contoh bagi industri lainnya dalam pelestarian lingkungan.

Dengan progres yang terus berkembang, PT Vale menunjukkan dedikasinya untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Head of Project Pomalaa, Mohammad Rifai, menyatakan, Perseroan berupaya untuk melaksanakan proyek ini dengan standar tertinggi, terutama dalam hal keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan.

“Proyek ini bukan hanya tentang pertambangan, tetapi juga tentang memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Sejak peresmian pada November 2022, IGP Pomalaa telah menunjukkan kemajuan signifikan. Fokus saat ini adalah pada pengembangan Feed Preparation Plant (FPP) untuk memproses bijih nikel kadar rendah sebelum diproses lebih lanjut di lokasi High Pressure Acid Leach (HPAL).

Semua kegiatan konstruksi dilaksanakan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), untuk memastikan praktik pertambangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed