KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan target ambisius dalam percepatan penurunan angka stunting. Dengan prevalensi yang saat ini masih berada di angka 26,1 persen, Pemprov berkomitmen menggenjot penurunan hingga kisaran 5 persen guna mengejar ketertinggalan dan minimal mencapai rata-rata nasional target penurunan stunting pada 2025 adalah 18,8 persen.
Komitmen ini ditegaskan oleh Wakil Gubernur Sultra, Hugua saat membuka pertemuan evaluasi pelaksanaan intervensi spesifik stunting tingkat provinsi tahun 2026 di Kendari, Rabu (8/4/2026). Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan dari seluruh Kabupaten dan Kota se-Sultra.
Dalam arahannya, Hugua menjelaskan bahwa untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan memperkuat dua jalur pendekatan utama, yakni promosi melalui edukasi pola makan bergizi seimbang bagi ibu hamil, balita, dan keluarga, serta kuratif melalui layanan pengobatan bagi kasus stunting akibat faktor kesehatan, termasuk penyakit penyerta yang menghambat penyerapan gizi pada anak.
“Stunting berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi sejak dini. Kualitas manusia sangat ditentukan oleh asupan zat gizi esensial. Jika ini tidak terpenuhi, dampaknya akan meluas pada kemampuan fisik, mental, hingga produktivitas di masa depan,” tegas Hugua.
Selain intervensi medis, Pemprov Sultra juga menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan budaya. Kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan program, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang menyentuh aspek sosial lokal.
Untuk memastikan program berjalan efektif, Pemprov Sultra akan menerapkan sistem evaluasi berkala, koordinasi ketat antara Pemprov dan Kabupaten/Kota agar intervensi tepat sasaran, dan peninjauan progres dilakukan pada pertengahan dan akhir tahun sebagai dasar penyusunan strategi lanjutan.
Penanganan stunting ini disebut Hugua sebagai amanat konstitusi yang krusial untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) Sultra yang lebih unggul di masa depan.
TIM REDAKSIĀ







