TIRAWUTA, CORONGSULTRA.COM – Intensitas hujan yang tinggi selama tiga hari berturut-turut memicu luapan air di sejumlah wilayah di Kabupaten Kolaka Timur. Dua wilayah dilaporkan terdampak cukup parah, yakni Kecamatan Mowewe dan Kecamatan Poli-polia.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Timur, Dewa, mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem belakangan ini menyebabkan Kelurahan Horodopi di Kecamatan Mowewe mulai terendam. Debit air yang terus meningkat bahkan sudah mulai mengganggu akses transportasi warga.

“Di mana ketinggian air saat ini di jalan beraspal sudah sampai mata kaki,” ucap Dewa saat dihubungi via WhatsApp, Jumat (8/5/2026).
Menanggapi situasi tersebut, personel BPBD segera diterjunkan ke lokasi untuk memitigasi dampak kerugian material. Selain melakukan pendataan, petugas di lapangan fokus membantu memindahkan aset berharga milik warga ke tempat yang lebih aman.
“Kami lagi melakukan evakuasi dan mendata warga yang terdampak banjir,” ujar Dewa.

Berdasarkan analisis sementara, Dewa menjelaskan bahwa letak geografis Kecamatan Mowewe yang diapit oleh pegunungan menjadi faktor utama cepatnya volume air meningkat.
Kondisi ini diperparah dengan penyumbatan pada saluran pembuangan air. Sedimen lumpur yang menumpuk membuat drainase tidak lagi mampu menampung kiriman air dari dataran tinggi.
“Kalau air dari gunung itu yang kami susah menanganinya karena air tersebut turun langusng dan kalau mau dibuat saluran mungkin harus di edakan dulu,” terangnya.

Selain merendam pemukiman di Mowewe, banjir juga dilaporkan meluas hingga ke Kecamatan Poli-polia. Di wilayah tersebut, sektor pertanian menjadi yang paling terdampak akibat luapan air yang menggenangi lahan produktif milik masyarakat.
“Di Kecamatan Poli-polia juga banjir dan sawah terendam,” pungkasnya.
TIM REDAKSI






