KENDARI, CORONGSULTRA.COM — Kawasan pesisir Kelurahan Talia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari kini punya alat baru untuk menjaga kebersihan lautnya. Pada Selasa (21/7/2026), PT PLN UPT Kendari menyerahkan bantuan operasional berupa enam unit perahu, satu unit motor tiga roda (Viar), serta berbagai perlengkapan pendukung kepada Bank Sampah Talia.
Langkah ini menyasar langsung ke jantung masalah lingkungan pesisir sekaligus memberi dorongan ekonomi bagi masyarakat setempat melalui Program Perempuan Mandiri Tanggap (Permata) Talia.
Ketua Bank Sampah Talia, Nurmin, mengungkapkan bahwa lembaga yang dipimpinnya kini menaungi 95 anggota yang mayoritas adalah perempuan pesisir. Setiap hari, para anggota ini menyisir area perairan hingga garis pantai untuk mengumpulkan sampah plastik dan limbah lainnya.
“Dalam sehari, volume sampah yang berhasil dikumpulkan berkisar antara 20 kilogram hingga 100 kilogram. Sampah tersebut dibeli oleh bank sampah dengan harga Rp1.500 per kilogram,” kata Nurmin.
Aktivitas ini bukan sekadar aksi sosial, melainkan juga penggerak ekonomi harian warga. Untuk menjaga keberlanjutan semangat warga dan nelayan, transaksi sampah dilakukan secara cepat dan transparan di lokasi.
“Sistem pembayarannya itu mereka datang, timbang, langsung bayar, karena nelayan biasanya butuh uang di hari itu juga,” katanya.

Kehadiran perahu baru ini disambut hangat oleh warga. Nurmin berharap ketersediaan armada ini dapat membakar semangat masyarakat untuk semakin giat menjaga kelestarian laut.
“Terima kasih banyak, Bu, atas bantuan yang diberikan kepada kami,” ujarnya.
Solusi Berbasis Kebutuhan Lapangan
Pilihan bantuan berupa perahu bukan tanpa alasan. Manager PLN UPT Kendari, Khusnul Khotimah, menjelaskan bahwa bentuk bantuan disesuaikan secara presisi dengan kondisi geografis Kelurahan Talia yang berada di wilayah pesisir.
Dari hasil identifikasi awal di lapangan, PLN menemukan bahwa armada pengangkut sampah yang selama ini diandalkan warga sudah banyak yang rusak dan jumlahnya sangat terbatas.
“Karena itu kami menilai bantuan perahu akan sangat membantu proses pengangkutan sampah dengan kapasitas yang lebih besar dibandingkan sebelumnya,” kata Khusnul.
Selain perahu, ketersediaan motor Viar dan perlengkapan operasional lainnya diharapkan mampu mempermudah alur distribusi sampah darat menuju tempat pemrosesan akhir bank sampah.
Program Permata sendiri mengusung konsep pemberdayaan perempuan pesisir melalui pendekatan ekonomi sirkular. Waste Management Leader Nature Evolution Indonesia, Setiawan, menegaskan bahwa kolaborasi bersama PLN UPT Kendari ini bertujuan untuk mengasah kapasitas masyarakat lokal agar mandiri secara ekonomi sekaligus menjadi garda terdepan pelindung lingkungan.
Sinergi ini diharapkan dapat mendongkrak kapasitas pengumpulan sampah laut secara signifikan, sehingga kawasan pesisir Kelurahan Talia bertransformasi menjadi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif bagi warga sekitar.
TIM REDAKSI








