DPRD Sultra Gelar Paripurna HUT ke-81 RI, Soroti Pertumbuhan Ekonomi 6,21 Persen Tapi Pengangguran Justru Naik

KENDARI, CORONGSULTRA.COM — DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rapat paripurna mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026).

Rapat paripurna tahunan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala, didampingi Wakil Ketua DPRD, Hj. Hasmawati. Dihadiri Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, Sekretaris Daerah Sultra Muhammad Fadlansyah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sultra bersama para tamu undangan lainnya.

Mengawali jalannya rapat paripurna, La Ode Tariala menyampaikan pidato pengantar yang menyoroti ketahanan ekonomi Sultra. Di tengah dinamika eskalasi geopolitik dan ekonomi global yang masih bergejolak, perekonomian daerah tercatat masih menunjukkan tren positif dan terjaga dengan baik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, perekonomian daerah pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 6,23 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ini berlanjut pada triwulan II 2026 yang tumbuh 3,13 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter), dan mencatat angka 6,19 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif, ekonomi Sultra pada semester I 2026 sukses mencatatkan pertumbuhan di angka 6,21 persen.

“Sektor-sektor utama seperti pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan dan penggalian, perdagangan, hingga industri pengolahan menjadi motor penggerak utama yang berkontribusi sekitar 67,81 persen bagi PDRB daerah kita,” ungkap Tariala.

Selain pertumbuhan makro, indikator kesejahteraan sosial juga menunjukkan tren perbaikan. Angka ketimpangan pengeluaran atau gini ratio kian menurun, jumlah penduduk miskin berkurang, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sultra kini berada di kategori tinggi dengan menyentuh angka 74,25 persen.

Kendati demikian, Tariala mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan rumah kolektif yang harus segera diselesaikan, khususnya terkait tingkat pengangguran terbuka.

Data BPS mencatat adanya kenaikan tingkat pengangguran terbuka pada Mei 2026 sebesar 0,22 persen poin dibanding Februari 2026. Kondisi ini beririsan erat dengan penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 0,57 persen poin dalam periode yang sama.

Menurutnya, angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak boleh sekadar menjadi narasi statistik di atas kertas, melainkan harus mampu menghadirkan fakta kesejahteraan yang nyata di tengah masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan penciptaan lapangan kerja agar daya serap angkatan kerja semakin optimal. Di sisi lain, kualitas dan kualifikasi sumber daya manusia lokal juga memerlukan penanganan serius agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja,” tegasnya.

Memasuki tahun kedua pelaksanaan visi dan misi kepemimpinan daerah yang tertuang dalam RPJMD Sultra 2025–2029, DPRD mengapresiasi berbagai terobosan dan kebijakan Gubernur Andi Sumangerukka bersama jajaran eksekutif.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Hugua agar konsisten membawa cita-cita pembangunan demi terwujudnya Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius.

“Sultra adalah harapan negeri dalam daulat NKRI. Mari kita bijaki bumi Sulawesi Tenggara ini dalam tarikan nafas dan semangat persaudaraan yang utuh. Sultra adalah kampung halaman kita bersama, yang harus terus kita jaga di tengah segala keragaman dan potensinya,” pungkas Tariala.

TIM REDAKSI