KENDARI, CORONGSULTRA.COM — Kabar gembira datang bagi para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2026. Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, secara khusus menyiapkan fasilitas bimbingan belajar (bimbel) tanpa biaya bagi putra-putri terbaik daerah yang berminat mengikuti seleksi masuk Akademi Militer (Akmil).
Kabar tersebut disampaikan Gubernur saat mengukuhkan 49 anggota Paskibraka Tingkat Provinsi Sultra Tahun 2026 di Aula Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Sabtu (15/8/2026).
Gubernur menjelaskan, pihaknya telah membangun komunikasi intensif dengan pimpinan Akmil guna menghadirkan program bimbingan belajar secara terpusat. Langkah ini dirancang khusus bagi para purna-Paskibraka yang memiliki minat dan potensi kuat berkarier di dunia militer.
“Bimbel nanti tidak ada biaya. Semua ditanggung oleh provinsi. Saya akan berlakukan sama dengan pemberian beasiswa,” tegasnya.
Program istimewa ini rencananya mulai digulirkan begitu rangkaian tugas pengibaran bendera pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia selesai dilaksanakan. Sebelum mengikuti bimbel terpusat, para peminat akan melewati tahapan pendataan dan seleksi terlebih dahulu.
“Pada saat selesai melaksanakan tugas, bagi mereka yang punya keinginan dan mempunyai bakat, kita salurkan. Nanti kita lakukan bimbingan belajar secara terpusat,” ungkap Gubernur.
Tidak berhenti di Akmil, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra juga berencana memperluas jangkauan program serupa untuk pelajar yang mengincar jalur Akademi Kepolisian (Akpol), TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, maupun Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Kendati demikian, koordinasi yang sudah final saat ini baru terjalin dengan pihak Akademi Militer.
“Untuk saat ini yang sudah pasti di Akademi Militer. Untuk akademi lain, nanti kita komunikasikan,” ujarnya.
Inisiatif ini lahir sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam membimbing generasi muda Sultra menghadapi ketatnya persidangan seleksi sekolah kedinasan maupun institusi pertahanan. Terlebih, pengalaman berharga dan pembentukan karakter selama menjalani karantina Paskibraka dinilai menjadi fondasi mental yang sangat kokoh.
“Di mana saja kita bekerja dan bertugas, modal paling utama adalah disiplin. Jadikan ini sebagai modal untuk pengabdian berikutnya,” pesan Gubernur kepada para anggota Paskibraka.
Adapun 49 anggota Paskibraka Sultra 2026 yang dikukuhkan terdiri atas 31 pelajar putra dan 18 pelajar putri. Mereka merupakan talenta-talenta pilihan hasil seleksi ketat dari total 77 pelajar perwakilan 16 kabupaten dan kota se-Sultra.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dengan Gubernur Sultra bertindak sebagai pembina upacara. Sementara itu, Paresanda Maharani Ersaputry Sarira dari MAN 1 Kendari dipercaya sebagai pemimpin upacara yang memegang Bendera Merah Putih saat pengucapan Ikrar Putra Indonesia.
Acara kemudian dit resmi ditandai lewat pembacaan pernyataan pengukuhan oleh Gubernur Sultra, disusul penyematan Lencana Merah Putih Garuda serta pemasangan kendit secara simbolis kepada pemimpin upacara.
Gubernur berpesan agar seluruh anggota Paskibraka menjaga kondisi fisik dan mental sebaik mungkin. Ia juga menitipkan pesan kepada para orang tua agar senantiasa memberikan dukungan penuh tanpa tekanan berlebih.
“Tugas pokok kalian menanti pada tanggal 17. Di situlah kebanggaan akan terasa ketika kalian sudah melaksanakan tugas dengan baik,” pungkasnya.
TIM REDAKSI





