Wali Kota Kendari Siska Terima KEJAR Award 2026

BEKASI, CORONGSULTRA.COM — Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menerima KEJAR Award 2026 sebagai kepala daerah dengan Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik tingkat Kabupaten/Kota Regional Sulawesi.

Penghargaan bergengsi ini apresiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam mendorong budaya menabung dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.

Pemberian penghargaan di acara Puncak Hari Indonesia Menabung pada Jumat kemarin (28/8/2026) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Mohammad Ismail Riyadi menyatakan, Pemkot Kendari sebagai salah satu pemerintah daerah yang mendapatkan apresiasi atas partisipasi aktif dan kontribusi positif dalam mendukung pelaksanaan Program KEJAR.

KEJAR merupakan salah satu upaya mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah melalui kepemilikan rekening oleh pelajar. Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan menabung sekaligus memperkenalkan layanan keuangan formal kepada generasi muda.

Selain kepala daerah, KEJAR Award 2026 juga diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada industri perbankan dan satuan pendidikan yang berkontribusi dalam pelaksanaan Program KEJAR.

Sebelumnya, Pemkot Kendari berkomitmen mendukung penuh target satu rekening untuk setiap pelajar. Dari total 55.763 siswa SD dan SMP di bawah naungan Pemerintah Kota Kendari, sekitar 50.537 siswa atau lebih dari 90 persen telah memiliki rekening tabungan.

“Insyaallah dalam waktu dekat kita akan mencapai target 100 persen. Kita ingin seluruh siswa memiliki rekening dan terbiasa menabung sejak dini sesuai arahan program nasional,” katanya.

Siska mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, termasuk sponsor yang membantu penyediaan saldo awal pembukaan rekening bagi para pelajar.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi langkah nyata agar anak-anak dapat mulai menabung tanpa terbebani biaya setoran awal. Wali Kota Siska menegaskan budaya menabung harus terus ditanamkan sebagai kebiasaan hidup, bukan sekadar memenuhi target program pemerintah.

Ia menjelaskan, kebiasaan mengelola keuangan sejak kecil akan membentuk karakter anak menjadi lebih disiplin, hemat, dan bertanggung jawab.

“Kita ingin menabung menjadi budaya sejak dini. Dengan begitu anak-anak belajar mengelola uang dan tidak tumbuh dengan perilaku boros yang nantinya justru membebani orang tua,” harapnya.

TIM REDAKSI