KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan perombakan komposisi pimpinan DPRD Kota Kendari dengan menunjuk La Yuli untuk menggantikan rekan sesama kadernya, Rizki Brilian Pagala, di posisi Wakil Ketua DPRD.
Menanggapi perubahan tersebut, Ketua DPD PKS Kota Kendari, La Yuli, menegaskan bahwa dirinya tegak lurus terhadap keputusan partai. Baginya, loyalitas kepada DPP merupakan prinsip dasar yang tidak bisa ditawar dalam menjalankan roda partai.
La Yuli menekankan bahwa jabatan Wakil Ketua DPRD bukanlah hak milik pribadi yang bersifat permanen, melainkan sebuah penugasan dari partai yang dapat didelegasikan sewaktu-waktu kepada kader PKS.
“Sebagai Ketua DPD Kota, apapun yang menjadi perintah partai, itulah yang saya jalankan. Saya bertugas untuk mengamankan surat perintah DPP. Kebetulan hari ini surat itu (ditujukan) untuk saya,” ujar La Yuli saat ditemui di DPRD Kendari, Selasa (28/4/2026).
Ia kemudian merefleksikan pengalamannya saat awal masa jabatan di DPRD Kendari. Kala itu, La Yuli sempat menduduki posisi pimpinan sementara selama tiga bulan. Namun, saat SK DPP terbit dan menetapkan nama Rizki Brilian Pagala sebagai pimpinan definitif, ia langsung mengamankan keputusan tersebut tanpa keberatan sedikitpun.
Menurutnya, sikap legowo tersebut merupakan cerminan budaya organisasi di PKS sebagai partai kader.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya kader yang keberatan atau upaya melangkahi struktur daerah demi berkoordinasi langsung ke pusat, La Yuli menanggapi hal tersebut dengan tenang. Ia memastikan hingga saat ini kondisi internal masih dalam kendali administratif yang wajar.
“Sejauh ini saya selaku Ketua DPD belum ada yang mendatangi saya untuk mengomunikasikan hal seperti itu. Jadi saya belum menerima aspirasi mengenai soal ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, saat disinggung mengenai kemungkinan sanksi tegas hingga mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) bagi kader yang dianggap tidak patuh pada keputusan pusat, La Yuli enggan berspekulasi terlalu dini. Ia lebih memilih untuk bersandar pada prosedur baku yang berlaku di dalam tubuh PKS.
“Biarlah waktu yang menjawab seperti apa. Yang pasti, partai punya aturan main, dan itulah yang akan kita pegang teguh,” pungkasnya.
TIM REDAKSI











