KENDARI, CORONGSULTRA.COM – Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Pendidikan Orientasi Profesi dan Workshop Feline Case Challenge sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi serta profesionalisme dokter hewan di daerah.
Kegiatan yang digelar di Kota Kendari, Minggu (27/9/2026), tersebut diikuti oleh dokter hewan dan peserta pendidikan profesi. Selain menjadi ruang pembelajaran, agenda ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman terkait tantangan yang dihadapi dalam praktik kedokteran hewan.
Salah satu materi dalam kegiatan tersebut mengangkat tema Feline Case Challenge, dengan menghadirkan Anggara Fajri, P.M., I.Kom. sebagai pemateri.
Anggara merupakan Communication & Hospitality Trainer, sekaligus praktisi dan owner Hug Me by Vet Pets Clinic.
Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai kasus feline, tetapi juga diajak memahami pentingnya komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada pemilik hewan.
Dalam praktiknya, kemampuan dokter hewan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi medis. Cara menyampaikan informasi kepada pemilik hewan juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan memastikan pemilik memahami kondisi serta kebutuhan hewan peliharaannya.
Sementara itu, Pendidikan Orientasi Profesi menjadi momentum bagi peserta untuk memperkuat pemahaman mengenai peran, tanggung jawab, etika, dan profesionalisme dalam menjalankan profesi dokter hewan.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi dan pertukaran pengalaman antarpeserta. Forum ini diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan yang ditemui dalam pelayanan kesehatan hewan.
Pengurus PDHI Cabang Sultra, drh. Nara Prasanjaya mengatakan bahwa pihaknya mendorong kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini agar terus dilakukan secara berkelanjutan.
Penguatan kompetensi dinilai penting untuk menghadapi perkembangan kebutuhan pelayanan kesehatan hewan di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, para dokter hewan di Sultra diharapkan tidak hanya semakin terampil dalam aspek teknis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi dan pelayanan yang baik,” tukasnya.
Pada akhirnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kedokteran hewan diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pelayanan serta kesehatan dan kesejahteraan hewan di Sultra.
TIM REDAKSI











